logo tb
BantenBeritaDaerahLebakNasionalNewsTerkini

Pertemuan Kampung: AMAN Pusat dan Daerah Identifikasi Kebutuhan Operasional Desa Kanekes (Baduy)

458
×

Pertemuan Kampung: AMAN Pusat dan Daerah Identifikasi Kebutuhan Operasional Desa Kanekes (Baduy)

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Baduy – Lebak – Banten, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) menggelar Pertemuan Kampung bertajuk “Identifikasi Kebutuhan Operasional Desa Kanekes (Baduy)” di wilayah Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (10/10/2025).


Pertemuan ini menjadi wadah dialog antara AMAN pusat, AMAN daerah, dan masyarakat adat Baduy dalam rangka memperkuat sistem kelembagaan serta mengidentifikasi kebutuhan operasional desa adat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Iwan Kastiwan, perwakilan pengurus daerah AMAN Banten Kidul, bersama Bapak Abdi dari Pengurus Besar (PB) AMAN Pusat.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Kanekes, Jaro Oom, beserta para tokoh adat dan perwakilan masyarakat.

Diskusi berlangsung hangat di rumah adat Baduy Luar. Dalam pertemuan itu, sejumlah topik penting dibahas, antara lain penguatan kelembagaan adat, pelestarian kearifan lokal, serta pengelolaan kegiatan operasional yang tetap berpegang pada prinsip adat dan nilai-nilai leluhur.

Dalam kesempatan tersebut, Jaro Oom menegaskan bahwa Desa Kanekes tidak menyerap anggaran Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) dari pemerintah.

Keputusan tersebut, menurutnya, merupakan hasil dari musyawarah lembaga adat Tangtu Tilu Jaro Tujuh, yang menjadi lembaga tertinggi dalam pengambilan keputusan di masyarakat Baduy.

“Desa Kanekes tidak menyerap DD maupun ADD dari pemerintah. Semua keputusan dan pengelolaan kegiatan di desa kami berdasarkan hasil musyawarah lembaga adat Tangtu Tilu Jaro Tujuh. Kami berpegang teguh pada aturan adat dan menjaga kemandirian masyarakat Baduy,” ujar Jaro Oom di hadapan pengurus AMAN.

Sementara itu, Bapak Abdi dari PB AMAN menyampaikan apresiasinya atas konsistensi masyarakat adat Baduy dalam mempertahankan nilai-nilai adat yang menjadi dasar kehidupan mereka.

Menurutnya, AMAN akan terus mendampingi dan memperkuat posisi masyarakat adat agar tetap berdaulat dalam menjalankan sistem sosial dan pemerintahan adatnya sendiri.

“Masyarakat adat Baduy adalah contoh nyata kemandirian dan keteguhan dalam menjaga jati diri. AMAN berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan sistem adat yang sudah menjadi bagian dari identitas bangsa,” ungkap Abdi.

Pertemuan tersebut ditutup dengan ramah tamah sederhana, sambil memperkuat komitmen bersama antara AMAN dan masyarakat adat Baduy untuk terus bersinergi menjaga kelestarian adat, budaya, dan alam yang menjadi sumber kehidupan mereka.

(Apiyudin)