logo tb
BeritaDaerahGresikJawa TimurNasionalNewsTerkini

Petrokimia Gresik Raih Tiga Penghargaan K3 di Pembukaan Bulan Keselamatan Kerja 2026 Jawa Timur

51
×

Petrokimia Gresik Raih Tiga Penghargaan K3 di Pembukaan Bulan Keselamatan Kerja 2026 Jawa Timur

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Gresik – Jawa Timur, Petrokimia Gresik, salah satu anggota holding Pupuk Indonesia, berhasil menyabet tiga penghargaan prestisius dalam ajang pembukaan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tahun 2026.

Acara penganugerahan ini berlangsung meriah di Stadion Petrokimia Gresik pada Rabu, 14 Januari 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebagai bentuk apresiasi atas komitmen tinggi perusahaan dalam menerapkan sistem K3 yang baik.

Tiga kategori penghargaan yang diraih Petrokimia Gresik meliputi implementasi Sistem Manajemen K3 (SMK3), Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja (P2HIV/AIDS), serta Pencegahan dan Penanggulangan Tuberkulosis (P2TB).

Tak hanya induk perusahaan, dua anak perusahaan Petrokimia Gresik, yaitu PT Petrokimia Kayaku dan PT Petrosida Gresik, juga turut menorehkan prestasi.

Keduanya menerima penghargaan Zero Accident dan P2TB, menunjukkan konsistensi penerapan K3 di seluruh lini bisnis.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa penerapan K3 bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan strategis.

Hal ini krusial untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk bersubsidi ke seluruh pelosok Indonesia dan menjaga ketahanan pangan nasional.

“Penghargaan ini menegaskan komitmen kami menjalankan usaha secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” ujar Daconi usai acara.

Ia menambahkan, “Dengan implementasi K3 yang disiplin dan inovatif, operasional Petrokimia Gresik sebagai objek vital nasional dapat terus berjalan lancar, mendukung stabilitas pangan, dan melindungi seluruh karyawan serta masyarakat sekitar.”

Dalam rangka memperingati Bulan K3, Petrokimia Gresik menyelenggarakan serangkaian kegiatan.

Menurut pantauan Mureks, kegiatan tersebut mencakup apel K3 bersama gubernur, webinar, lomba 5R, audit kontraktor, hingga simulasi keselamatan kerja.

Semua inisiatif ini bertujuan untuk menanamkan budaya K3 secara kolaboratif, menjadikan keselamatan dan kesehatan kerja sebagai tanggung jawab seluruh insan perusahaan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *