Targetberita.co.id Jakarta, Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Peduli Indonesia (GaMPI) secara resmi menyatakan dukungan penuh terhadap langkah anggota Komisi X DPR RI, Bapak Lalu Hardian Irfan, yang berencana memanggil seluruh jajaran penanggung jawab Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Pemanggilan ini menyusul berbagai polemik dan diskursus publik mengenai pengelolaan serta efektivitas penyaluran dana beasiswa tersebut.
Ketua Umum GaMPI, Nini Arianti, SM., MM, menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan adalah harga mati bagi masa depan generasi muda Indonesia.
“Kami mengapresiasi keberanian Bapak Lalu Hardian Irfan dan Komisi X. LPDP adalah tumpuan harapan anak bangsa. Polemik yang terjadi belakangan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut rasa keadilan bagi calon intelektual muda kita,” ujar Nini Arianti dalam keterangan pungkasnya. Jumat (13/03/2026).
Poin-Poin Pernyataan Sikap GaMPI:
Transparansi Pengelolaan: GaMPI mendesak pihak LPDP untuk memberikan penjelasan benderang mengenai kriteria seleksi, distribusi anggaran, hingga pengawasan terhadap alumni agar kontribusinya bagi negara lebih terukur.
Audit Menyeluruh: Mendukung langkah legislatif untuk mengevaluasi sistem manajemen internal LPDP guna memastikan tidak ada celah bagi praktik yang merugikan keuangan negara.
Kolaborasi Pengawasan: Sebagai organisasi pemuda yang berfokus pada kemajuan bangsa, GaMPI menyatakan kesiapan lahir dan batin untuk dilibatkan sebagai mitra pengawas independen.
Kesiapan Berkolaborasi
Lebih lanjut, Nini Arianti menekankan bahwa GaMPI siap bersinergi dengan pemerintah maupun parlemen dalam melakukan fungsi pengawasan di lapangan.
“GaMPI memiliki basis massa intelektual yang tersebar di berbagai wilayah. Kami siap jika diminta untuk berkolaborasi menjadi bagian dari tim pengawasan atau memberikan masukan konstruktif. Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari dana LPDP benar-benar sampai kepada putra-putri terbaik bangsa yang siap membangun Indonesia, bukan sekadar menjadi angka dalam statistik,” tambah Nini.
GaMPI berharap pemanggilan oleh Komisi X ini menjadi titik balik perbaikan tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
(Daniel Turangan)













