logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Prabowo terima laporan enam dari 18 proyek hilirisasi “groundbreaking”

81
×

Prabowo terima laporan enam dari 18 proyek hilirisasi “groundbreaking”

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta,  Presiden Prabowo Subianto menerima laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang juga sebagai Ketua Satgas Hilirisasi bahwa enam dari 18 proyek hilirisasi telah memasuki tahap pembangunan yang ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking).

Laporan itu diberikan oleh Bahlil kepada Prabowo dalam rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu.

“Dari 18 proyek yang sudah disampaikan, enamnya sudah groundbreaking, sisanya juga akan dilakukan dalam waktu dekat,” kata Bahlil kepada wartawan saat dia ditemui selepas rapat.

Bahlil melanjutkan dirinya juga telah merumuskan beberapa proyek hilirisasi tambahan di luar 18 proyek hilirisasi yang telah menjadi prioritas pemerintah.

“Kami sebagai ketua satgas juga sudah merumuskan beberapa program hilirisasi baru tambahan, karena (yang) kita dorong adalah bagaimana bisa semua kebutuhan dalam negeri, yang selama ini kita impor, itu bisa kita produksi dalam negeri, dan sekaligus untuk penciptaan nilai tambah,” ujar Bahlil.

Enam proyek yang telah memasuki tahap pembangunan itu, di antaranya pembangunan smelter aluminium berkapasitas 600.000 metrik ton aluminium per anum dan smelter grade alumina refinery fase II berkapasitas 1 juta metrik ton alumina per anum di Mempawah, Kalimantan Barat; kemudian pabrik bioethanol Glenmore fase 1 di Banyuwangi, Jawa Timur, yang dikerjakan oleh PTPN III dan Pertamina; dan proyek hilirisasi fase 1 biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah.

Tiga proyek lainnya yaitu pabrik bioethanol Glenmore yang dikerjakan subholding Pertamina, yaitu Pertamina New and Renewable Energy dan PT Sinergi Gula Nusantara, yang merupakan anak usaha PTPN di Banyuwangi, Jawa Timur; kemudian pabrik garam olahan Segoromadu 2 di Gresik, Jawa Timur; dan terakhir hilirisasi poultry terintergrasi di Kecamatan Nganjum, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Enam proyek hilirisasi itu, yang bergerak di sektor pertambangan, energi, perkebunan, dan peternakan, nilainya mencapai kurang lebih 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp. 110 triliun.

Dalam rapat terbatas hari ini, Bahlil tidak hanya melaporkan perkembangan proyek hilirisasi, tetapi juga mengenai kecukupan stok BBM jelang Ramadhan dan libur lebaran, kemudian juga peninjauan izin tambang emas Martabe yang saat ini dilakukan Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup.

(Daniel Turangan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *