logo tb
BandungBeritaDaerahJawa BaratNasionalNewsTerkini

Renovasi Gerbang Halaman Gedung Sate Rp. 3,9 Miliar Tak Rusak Cagar Budaya

117
×

Renovasi Gerbang Halaman Gedung Sate Rp. 3,9 Miliar Tak Rusak Cagar Budaya

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Bandung – Jawa Barat, Proyek renovasi gerbang Gedung Sate, Kota Bandung, menjadi berbentuk candi di era Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ini menelan biaya mencapai Rp. 3,9 miliar.

Anggaran tersebut juga digunakan untuk perbaikan fasilitas lain di area halaman Gedung Sate.

PEMIMPIN REDAKSI TARGET BERITA

Adapun saat ini, gerbang Gedung Sate telah berubah menjadi terdiri atas dua pilar mirip gerbang kerajaan seperti candi.

Desainnya berundak-undak seperti di kawasan Cirebon atau daerah Pulau Jawa lainnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menegaskan bahwa renovasi gerbang Gedung Sate ini tidak merusak cagar budaya dan nilai sejarah dari bangunan utama.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jabar, Mas Adi Komar menjelaskan, konsep dua pilar menyerupai Candi Bentar justru sebagai upaya mempertegas identitas budaya Jawa Barat di lingkungan pusat pemerintahan.

“Pilar ini memunculkan ikon budaya Jawa Barat, terinspirasi Candi Bentar yang banyak digunakan di keraton-keraton yang ada di Jawa Barat,” jelas Adi belum lama ini,

Menurut Adi, renovasi gerbang ini juga tidak merusak cagar budaya, karena pilar hingga area parkiran di halaman Gedung Sate tidak masuk kategori cagar budaya.

Adapun yang ditetapkan sebagai cagar budaya adalah inti bangunan Gedung Sate.

” Artinya, bukan bangunannya. Bangunan Gedung Sate itu yang ditetapkan (cagar budaya) itu ruang-ruang bangunan Gedung Sate ini, yang utama ini. Hal itu pun termasuk de­ngan hiasan yang ada di da­lam Gedung Sate berupa padi dan lainnya merupakan bagian yang lebih menonjolkan ikon Jawa Barat. Mungkin nanti tematik. Jadi, ada juga nanti sekarang ini tema­nya Priangan. Nanti ada kabupaten khas, kabupaten mana juga ada, gitu ya,”jelas dia.

Adi memastikan Pemprov Ja­bar tidak mungkin gegabah dalam me­renovasi bangunan dan lingkungan Gedung Sate.

Konsultasi ke Balai Cagar Budaya juga telah dilakukan sebelum proses pengerjaan berlangsung.

Renovasi gerbang Gedung Sate baru-baru ini menjadi perbincangan publik khususnya warganet, karena proses pengerjaannya dilakukan di tengah narasi “puasa” anggaran atau efisiensi ketat yang didengungkan Pemprov Jabar untuk APBD tahun 2025 dan 2026.

Sebagai langkah efisiensi anggaran, Gubernur Dedi Mulyadi menginstruksikan agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar memangkas kegiatan seremonial.

Namun, proyek fisik pembenahan halaman dan gerbang Gedung Sate ini justru muncul dalam APBD Perubahan 2025 dengan nilai mencapai Rp. 3,9 miliar.

Terkait angka tersebut, Adi mengungkapkan bahwa anggaran Rp. 3,9 miliar digunakan untuk merenovasi enam gerbang, perbaikan pilar, serta penataan area parkir barat dan timur Gedung Sate yang kondisinya dinilai sudah tidak layak.

“Sudah lama tidak ditinjau ulang dan sudah la­ma tidak direnovasi. Ini se­kalian kita renovasi karena kemarin-kemarin kan juga ada aktivitas-aktivitas masyarakat, ada unjuk rasa dan lain-lain.

Kita ingin memperkokoh lagi area sekitar Gedung Sate, ter­utama di bagian luar. Ya, pilar salah satunya.

Dan selanjutnya juga kita ingin tetap mempertahankan ikon Jawa Barat ini, Gedung Sate ini, selain sebagai kantor, tapi juga sebagai ikon khas budaya Jawa Barat,” papar dia.

Sedangkan terkait seberapa urgent area halaman Gedung Sate diperbaiki di tengah pemberlakuan efisiensi ang­garan, Adi mengatakan, hal itu sudah dibahas dalam anggaran perubahan.

Menurutnya, langkah-langkah perbaikan tersebut akan semakin mendukung pelayanan masyarakat di kawasan Gedung Sate.

“Ini dipastikan tidak mengganggu layanan publik ya, sektor layanan publik, dan karena memang ini juga ba­gian ya, ini kan kantor publik, bagian kantor untuk la­yan­an publik, apalagi, seka­rang, di dalam sudah ada fasilitas Bale Pananggeuhan. Tempat orang untuk meng­adu, me­nyampaikan permohonan-permohonannya, me­nyam­paikan keluhan-keluh­annya. Ini bagian dari fasilitas publik juga,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengerjaan perbaikan pada halaman Gedung Sate tersebut secara keseluruhan ditargetkan selesai pada Desember 2025.

(Red)