Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaDaerahKab. Tapanuli UtaraNasionalNewsSumatera UtaraTerkiniTNI / POLRI

‎Sabu 2 Kg Tak Bertuan Ditemukan di Bandara Silangit, Pelaku Masih Buron

130
×

‎Sabu 2 Kg Tak Bertuan Ditemukan di Bandara Silangit, Pelaku Masih Buron

Sebarkan artikel ini
https://targetberita.co.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-14-at-19.21.23.jpeg

Targetberita.co.id Tapanuli Utara – Sumatera Utara, Keamanan Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, Silangit, tengah menjadi sorotan publik.



‎Hal ini menyusul ditemukannya narkotika jenis sabu seberat 2 kg yang ditinggalkan pemiliknya di terminal keberangkatan pada 13 Maret 2026 lalu.

‎Hingga kini, pelaku belum berhasil ditangkap.

‎Kejadian tersebut disusul oleh penangkapan tersangka berinisial AAA pada 19 Maret 2026.

‎AAA kedapatan membawa 2 kg sabu saat hendak terbang menuju Jakarta.

‎Dalam pengakuannya kepada petugas, tersangka mengklaim telah berhasil meloloskan barang haram tersebut sebanyak empat kali melalui bandara yang sama.

‎Kasi Humas Polres Tapanuli Utara, Aiptu W. Barimbing, mengonfirmasi perbedaan kedua kasus tersebut.

‎”Barang bukti sabu yang ditemukan pada 13 Maret 2026 hingga kini pelakunya masih dalam pengejaran. Sementara untuk kasus tanggal 19 Maret 2026 dengan barang bukti 2 kg, pelakunya sudah diamankan di sel tahanan Polres Tapanuli Utara,” jelasnya kepada media.

‎Di sisi lain, pihak PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Sisingamangaraja XII terkesan tertutup. General Manager (GM) Herdanu dan Humas Bandara, Kitaro, belum memberikan tanggapan resmi meski telah dikonfirmasi melalui pesan singkat hingga berita ini diturunkan.

‎Kerap lolosnya penyelundupan narkoba ini memicu kritik keras dari praktisi hukum.

‎Henry Hutasoit, perwakilan Paralegal dan Persatuan Advokat Indonesia (PERSADIN) Wilayah Sumatra Utara, mempertanyakan kinerja petugas Aviation Security (Avsec) dan sistem pengamanan bandara.

‎”Sesuai UU No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, tugas utama Avsec adalah mencegah masuknya barang berbahaya (dangerous goods), termasuk narkotika. Dengan adanya teknologi X-Ray, Computer Tomography (CT), hingga CCTV berbasis AI, sangat janggal jika barang sebesar itu bisa lolos berulang kali,” tegas Henry, Sabtu (28/03/2026).

‎Henry mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pengamanan di Bandara Silangit guna memutus rantai peredaran narkotika melalui jalur udara.

‎(Fulkan Tampubolon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *