Targetberita.co.id Jakarta, TNI AL bergerak cepat merespons dinamika sosial yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, Laksamana Muda Dery Triesananto Suhendi, mendatangi langsung tokoh masyarakat dan agama di Melonguane.
Pertemuan strategis ini berlangsung di Kantor Bupati Melonguane, Kepulauan Talaud, Selasa (27/1/2026).
Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, turut mendampingi dalam kegiatan tatap muka tersebut.
Dery menjelaskan, kedatangannya bertujuan membangun komunikasi terbuka dan mendinginkan suasana (cooling system).
Ia ingin memastikan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah perbatasan tersebut tetap kondusif.
Dalam kesempatan itu, Dery menegaskan komitmen institusinya untuk bersikap profesional dan tidak menutup diri terhadap kritik masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk selalu profesional dan transparan. TNI AL sangat terbuka terhadap masukan dari masyarakat terkait permasalahan yang terjadi,” ujar Dery di hadapan para tokoh adat, dikutip dari keterangan Dispenal, Rabu (28/1/2026).
Pastikan Proses Hukum Berjalan
Terkait insiden yang melibatkan anggota TNI AL, Dery memberikan jaminan tidak akan ada yang ditutup-tutupi. Pihaknya berjanji menegakkan aturan tanpa pandang bulu.
“Setiap permasalahan yang melibatkan oknum prajurit TNI AL, kami pastikan penanganannya tegas, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana damai dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan setiap kesalahpahaman.
Para tokoh masyarakat Melonguane menyambut baik langkah jemput bola ini. Mereka mengapresiasi respons cepat TNI AL melalui Kodaeral VIII yang bersedia mendengar langsung aspirasi warga demi menjaga persatuan di Kepulauan Talaud.
Pengeroyokan Guru oleh Oknum Prajurit TNI AL
Sebelumnya, kasus pengeroyokan terhadap seorang guru SMK di Talaud oleh oknum prajurit TNI AL menjadi sorotan publik.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan jajaran Pusat Polisi Militer (Puspom) menindak lima prajurit TNI AL yang terlibat dalam insiden tersebut.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali juga telah mengambil langkah tegas.
“Ya ke dalamnya nanti akan diproses, kemudian ke luarnya sudah minta maaf ke keluarganya,” ujar Agus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Agus menegaskan, sanksi tegas menanti para pelanggar aturan. Saat ini, Puspom TNI dan Puspom TNI AL tengah memproses hukum kelima prajurit tersebut.
“Pokoknya kalau berbuat yang tidak sesuai, akan kami tindak tegas ya. Masih banyak prajurit yang baik,” kata Agus.
Insiden pengeroyokan terjadi di kawasan Pelabuhan Melonguane, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 23.30 Wita.
Kejadian bermula saat korban menegur lima prajurit TNI AL yang sedang berkaraoke larut malam, namun teguran itu tidak diindahkan. TNI AL kini telah menahan kelima prajurit Lanal Melonguane tersebut.
(Agus)












