Scroll untuk baca artikel
Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23
logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

TNI AL Gembleng Mahasiswa STTAL Kuasai Alutsista Mandiri Berdaya Gentar Tinggi

79
×

TNI AL Gembleng Mahasiswa STTAL Kuasai Alutsista Mandiri Berdaya Gentar Tinggi

Sebarkan artikel ini
https://targetberita.co.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-14-at-19.21.23.jpeg

Targetberita.co.id Jakarta, TNI AL terus memacu penguasaan teknologi pertahanan untuk memperkuat kemandirian alutsista nasional.

Fokus ini menjadi sorotan utama dalam kuliah umum yang diikuti 300 mahasiswa Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL) di Surabaya, Rabu (25/3/2026).

Agenda bertajuk strategis ini menghadirkan dua narasumber kunci, yakni Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksda (Purn) Amarulla Octavian serta Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan.

Kegiatan ini bertujuan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan lingkungan strategis global melalui rekayasa teknologi.

Komandan STTAL Laksda Mukhlis, menekankan tantangan masa depan menuntut personel yang tidak hanya terpaku pada teks buku.

Menurutnya, penguasaan teori harus berjalan beriringan dengan kemampuan praktik dan inovasi yang nyata.

“Penyiapan sumber daya manusia tidak cukup hanya dengan penguasaan teori, namun harus diperkuat dengan budaya riset, kemampuan analisis strategis, literasi teknologi, serta kemampuan inovasi,” tegas Mukhlis.

Langkah konkret pun diambil dengan membentuk lima kelompok kajian keilmuan di internal STTAL.

Kelompok ini diharapkan menjadi motor penggerak untuk menghasilkan naskah akademik, rekomendasi strategis, hingga purwarupa (prototype) teknologi yang bisa langsung digunakan oleh satuan operasional TNI AL.

Dalam sesi pemaparan, Wakil Kepala BRIN Laksda (Purn) Amarulla Octavian membedah bagaimana lembaga riset nasional menyokong kebutuhan militer.

Ia menyoroti pentingnya integrasi antara penelitian dan kebutuhan teknis di lapangan.

“Peran BRIN dalam kemandirian kebutuhan alutsista strategis TNI dilakukan melalui sinergitas penelitian rekayasa teknologi,” jelas Amarulla Octavian di hadapan para peserta.

Senada dengan hal tersebut, Asops KSAL Laksda Yayan Sofiyan memaparkan posisi STTAL sebagai aset vital bagi TNI AL.

Fokusnya adalah pengembangan sistem pengawasan laut (naval surveillance), pertahanan, hingga strategi menyerang (striking strategy) untuk mendukung konsep bertempur matra laut yang modern.

Sinergi antara dunia akademik, lembaga riset, dan kebutuhan operasional ini menjadi fondasi untuk mewujudkan kekuatan pertahanan maritim Indonesia yang mandiri.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun daya gentar tinggi menuju visi Indonesia Emas 2045.

(Agus)