Targetberita.co.id Jakarta, KRI Prabu Siliwangi-321 menjalani uji pelayaran perdana dari galangan Fincantieri menuju dermaga North Side Arsenale Italian Navy, Kamis (8/1/2026).
Pelayaran ini menjadi yang pertama bagi kapal bersama pengawak baru di bawah komando Kolonel Laut (P) Kurniawan Koes Atmadja.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul mengatakan, sebelum pelaksanaan uji pelayaran, komandan KRI menekankan aspek keselamatan, pembagian tugas jaga, serta tahapan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh para prajurit.
“Selama pelayaran, pengujian difokuskan pada pengecekan fungsi sistem utama kapal, mulai dari sistem pendorongan, kemudi, navigasi, hingga komunikasi internal,” kata Tunggul dalam keterangannya, dikutip Sabtu (10/1/2026).
Ia menjelaskan, kapal juga diuji pada berbagai variasi kecepatan dan manuver guna mengenali karakteristik kapal sekaligus melatih koordinasi antarbagian, khususnya antara anjungan dan kamar mesin.
Menurut Tunggul, uji pelayaran ini dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi pengawak baru agar mampu memahami prosedur pengoperasian kapal secara terpadu dan profesional.
“Komandan KRI juga menyampaikan evaluasi singkat dan menegaskan bahwa uji pelayaran perdana ini merupakan tahap awal pembentukan soliditas tim serta penguasaan kapal secara menyeluruh,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil kegiatan menunjukkan kesiapan awal yang baik dari seluruh pengawak.
Kesiapan tersebut akan terus ditingkatkan melalui rangkaian uji pelayaran lanjutan hingga kapal dinyatakan siap beroperasi.
KRI Prabu Siliwangi-321 merupakan kapal patroli lepas pantai (OPV) yang memiliki spesifikasi yang serupa dengan sistership KRI Brawijaya-320.
Sebagai pembanding, KRI Brawijaya-320 memiliki panjang 143 meter, kecepatan maksimal 32 knot, serta mampu membawa hingga 171 personel.
Kapal jenis ini dirancang untuk menjalankan peperangan anti-udara (anti-air warfare/AAW) dengan desain modular dan fleksibel.
Sistemnya memungkinkan konfigurasi sesuai kebutuhan operasi angkatan laut modern, dilengkapi combat management system (CMS) terintegrasi dengan sensor, persenjataan, komunikasi, dan navigasi berbasis jaringan data berkecepatan tinggi.
(Agus)












