Targetberita.co.id Lebak – Banten, Wabah penyakit yang diduga chikungunya tengah menggemparkan wilayah Kemantren Cisimeut, mencakup Desa Cisimeut Raya dan Desa Nayagati, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Kasus yang semakin menyebar membuat masyarakat khawatir dengan dampaknya terhadap aktivitas sehari-hari.

Penyakit ini menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat pada persendian hingga tidak dapat berfungsi normal.
Selain itu, sejumlah warga melaporkan munculnya gejala seperti demam tinggi, badan lemas, serta nyeri sendi yang berlangsung berkepanjangan.
Tak hanya menyerang orang dewasa dan lansia, wabah ini juga berdampak pada kelompok usia produktif. Banyak pekerja yang tidak bisa masuk kerja, sehingga menghambat aktivitas ekonomi lokal. Kegiatan sosial dan pendidikan juga terpengaruh karena banyak individu yang harus beristirahat atau merawat keluarga yang sakit.
Menurut warga, laporan terkait penyebaran penyakit telah berulang kali disampaikan ke Puskesmas Cisimeut. Namun, penanganan yang diberikan dinilai belum memuaskan dan belum menyentuh akar persoalan.
“Kami sudah melapor berkali-kali, tapi belum ada tindakan nyata yang dirasakan. Banyak yang tidak bisa bekerja karena sakit sendi,” ujar salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Ia menambahkan, sebagian besar penderita hanya mendapatkan obat pereda nyeri tanpa pemeriksaan menyeluruh.
Setelah diberitahu terkait keluhan masyarakat, pihak Puskesmas Cisimeut memberikan klarifikasi resmi. Kepala Puskesmas Cisimeut menyatakan bahwa tim telah melakukan pendataan terhadap seluruh kasus yang terjadi di wilayah tersebut.
“Karena kasusnya makin bertambah, kami akan melakukan fogging dalam waktu dekat ini. Kami pun sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak untuk mendapatkan dukungan lebih lanjut,” ujarnya.
Masyarakat berharap langkah-langkah yang akan diambil dapat segera terlaksana. Selain fogging, mereka juga mengharapkan pemeriksaan kesehatan massal untuk deteksi dini, pengobatan terpadu bagi penderita, serta edukasi pencegahan berbasis lingkungan.
Edukasi yang diharapkan meliputi cara membersihkan sarang nyamuk, menjaga kebersihan lingkungan, dan penanganan awal jika mengalami gejala mirip chikungunya. Mereka juga berharap adanya posko kesehatan sementara untuk mempermudah akses layanan.
Warga menegaskan bahwa perhatian pemerintah sangat dibutuhkan saat ini. Mereka khawatir jika tidak segera ditangani secara serius, wabah akan semakin meluas dan menimbulkan dampak lebih besar, termasuk kekurangan tenaga kerja dan gangguan pasokan barang.
Saat ini, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait dukungan yang akan diberikan kepada Puskesmas Cisimeut dalam menangani wabah ini.
(Apiyudin / Wahyu)












