logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

‎Wagub Rano Tinjau Pembangunan Waduk Kebagusan untuk Kendalikan Banjir di Jaksel

93
×

‎Wagub Rano Tinjau Pembangunan Waduk Kebagusan untuk Kendalikan Banjir di Jaksel

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno meninjau pembangunan Waduk/Embung Kebagusan di Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026), sebagai bagian dari upaya Pemprov DKI memperkuat pengendalian banjir di kawasan rawan genangan.

Rano menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat sistem pengendalian banjir melalui pembangunan waduk dan embung di berbagai titik rawan genangan. Waduk Kebagusan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam upaya menekan risiko banjir di kawasan sekitarnya.

‎‎Rano menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat sistem pengendalian banjir melalui pembangunan waduk dan embung di berbagai titik rawan genangan.

Waduk Kebagusan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam upaya menekan risiko banjir di kawasan sekitarnya.

‎”Pemprov DKI berkomitmen memperkuat sistem pengendalian banjir. Waduk Kebagusan merupakan langkah konkret untuk mengurangi potensi genangan dan banjir, khususnya di Jakarta Selatan,” ujar Rano.

‎Ia menjelaskan, Waduk Kebagusan memiliki peran strategis karena terintegrasi dalam sistem aliran Saluran Penghubung Joe yang terkoneksi dengan Sistem Kali Mampang-Krukut.

Dengan sistem tersebut, waduk diharapkan mampu mereduksi debit air saat curah hujan tinggi.

‎”Dengan beroperasinya waduk ini, debit banjir dapat direduksi sekitar 2,3 persen, dari sebelumnya 30,07 meter kubik per detik menjadi sekitar 29,38 meter kubik per detik,” jelasnya.

‎Waduk/Embung Kebagusan dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 2 hektare dengan pembagian fungsi yang terencana. Area tersebut terdiri atas area biru seluas 0,8 hektare, area hijau 0,7 hektare, serta fasilitas pelengkap seluas 0,5 hektare.

‎Menurut Rano, konsep pembangunan waduk tidak hanya menitikberatkan pada fungsi teknis pengendalian banjir, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan kenyamanan warga.

‎”Kami ingin waduk ini menjadi kawasan yang tertata, hijau, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ucapnya.

‎Selain berfungsi sebagai kolam tampungan air, Waduk Kebagusan juga dirancang sebagai ruang publik. Sejumlah fasilitas penunjang seperti ruang terbuka hijau, lintasan joging, dan area olahraga disiapkan untuk mendukung aktivitas sosial dan rekreasi warga.

‎”Waduk ini diharapkan menjadi ruang bersama yang bisa dinikmati masyarakat, bukan sekadar infrastruktur teknis,” kata Rano.

‎Pembangunan Waduk/Embung Kebagusan ditargetkan rampung pada Desember 2026. Rano berharap, proyek tersebut dapat memberikan dampak signifikan dalam mengurangi risiko banjir sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan di Jakarta Selatan.

‎Ke depan, Pemprov DKI Jakarta akan terus melanjutkan pembangunan waduk dan embung lain sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir terpadu.

‎”Proyek besar lainnya juga dilakukan di Sungai Ciliwung. Alhamdulillah, masyarakat menyambut baik upaya ini karena disadari sebagai kepentingan bersama,” pungkasnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, menyebutkan anggaran pembangunan Waduk/Embung Kebagusan mencapai Rp. 62 miliar.

Ia menegaskan, anggaran pengendalian banjir di Jakarta disampaikan secara terbuka kepada publik.

‎”Secara keseluruhan, anggaran pengendalian banjir memang mencapai triliunan rupiah dan seluruhnya kami sampaikan secara transparan kepada masyarakat,” tandas Ika.

(Agus)