logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Henriksen Akan Memasok Sistem Penyapu Ranjau HEMLIS ke TNI AL

134
×

Henriksen Akan Memasok Sistem Penyapu Ranjau HEMLIS ke TNI AL

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Perusahaan Norwegia H. Henriksen telah mengumumkan akan memasok sistem Henriksen Multi Lightweight Influence Sweep (HEMLIS) ke Angkatan Laut Indonesia (TNI AL), menandai penjualan komersial pertama sistem tersebut di luar Eropa.

Menurut perusahaan, beberapa sistem HEMLIS akan dikirim dan diintegrasikan pada kapal permukaan tak berawak (USV) yang dipasok oleh perusahaan Prancis Exail (sebelumnya dikenal sebagai ECA Group).

Pengiriman ke Angkatan Laut Indonesia akan ditangani oleh PT Agrapana Nugraha Katara, yang merupakan mitra lokal yang dikenal dari pembuat kapal Jerman Abeking & Rasmussen.

H. Henriksen menyatakan bahwa HEMLIS akan menambah kemampuan penyapu ranjau tak berawak modern dan modular ke dalam perlengkapan penanggulangan ranjau/mine countermeasures (MCM) yang sudah ada di Angkatan Laut Indonesia.

Henriksen HEMLIS dan USV Exail Inspector 90 (image: Henriksen)

Sistem ini dirancang untuk operasi berawak dan tak berawak dan dapat diskalakan untuk digunakan di perairan terbatas atau sebagai bagian dari operasi gugus tugas yang lebih besar.

Sistem ini menggunakan teknik penyapuan pengaruh untuk membersihkan ranjau laut dengan aman sambil mengurangi risiko bagi awak dan anjungan.

HEMLIS juga telah dipasang pada kapal penyapu ranjau kelas Alta Angkatan Laut Kerajaan Norwegia.

Dalam pernyataannya, Henriksen menggunakan citra yang menyerupai USV Inspector 90 milik Exail.

Hal ini sejalan dengan pengumuman Exail sendiri pada Juni 2025 bahwa mereka telah mendapatkan kontrak untuk menyediakan empat USV Inspector 90 kepada Angkatan Laut Indonesia, bersama dengan sistem Identifikasi dan Pembuangan Ranjau Seascan dan K-Ster.

Sistem-sistem ini akan dikerahkan dari kapal penanggulangan ranjau laut/mine countermeasures vessels (MCMV) sepanjang 62 meter, KRI Pulau Fani (731) dan KRI Pulau Fanildo (732), keduanya dibangun oleh Abeking & Rasmussen dan diserahkan kepada Angkatan Laut Indonesia pada tahun 2023.

(Agus)