logo tb
BeritaCisaruaDaerahJawa BaratNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

200 Prajurit Baret Ungu Turun Cari 19 Personel Marinir Tertimbun Longsor Cisarua

140
×

200 Prajurit Baret Ungu Turun Cari 19 Personel Marinir Tertimbun Longsor Cisarua

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Cisarua – Jawa Barat, TNI AL mengerahkan teknologi drone thermal untuk mencari 23 prajurit Marinir yang tertimbun longsor di daerah latihan Pasirlangu, Cisarua, Jawa Barat. Langkah ini diambil karena alat berat sulit menembus lokasi kejadian.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menyatakan, akses jalan yang sempit dan cuaca ekstrem menghambat evakuasi jalur darat.

“Alat berat memang belum bisa masuk karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Tapi ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi drone dan thermal, juga dengan anjing pelacak,” ujar Ali di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Peristiwa nahas ini menimpa prajurit satuan tugas pengamanan perbatasan (satgas pamtas) RI-PNG Mobile Gobang 7, pada Sabtu (24/1/2026). Ali mengonfirmasi, tim evakuasi baru menemukan empat personel dalam kondisi meninggal dunia.

“Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan lain belum ditemukan, masih diadakan upaya pencarian terus,” tegas Ali.

Kronologi Kejadian saat Latihan ‘Ambush’

Berdasarkan data lapangan, longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Saat itu, para prajurit tengah menjalani materi latihan Ambush (penyergapan) dalam rangka pratugas pengamanan perbatasan.

Hujan deras mengguyur kawasan Pasirlangu tanpa henti sejak Kamis (22/1/2026). Meski cuaca buruk, pasukan tetap menempati titik koordinat latihan pada Jumat (23/1/2026) malam, pukul 20.00 WIB.

Komunikasi terakhir dengan tim latihan tercatat pada tengah malam.

Namun, saat longsor menerjang pukul 03.00 WIB, alat komunikasi (alkom) berupa ponsel maupun radio genggam (handy talky) dari dua tim, yakni tim Asiafsaman dan Fuog, mendadak putus total.

Jejak Sisa Makanan di Lokasi

Tim pelatih dan satgas langsung menyisir lokasi begitu matahari terbit. Di titik koordinat ambush, tim pencari hanya menemukan sisa makanan dan minuman.

Sebanyak 23 personel, yang terdiri dari 15 orang tim Fuog dan 8 orang tim Asiafsaman, tidak berada di tempat. Mereka hilang tersapu material longsor yang menimpa area latihan tersebut.

Ali menyebut insiden ini murni faktor alam yang tak terduga saat prajurit sedang mengasah kemampuan tempur.

“Memang karena mereka sedang melaksanakan latihan pra tugas untuk dikirim melaksanakan pengamanan perbatasan RI-PNG. Saat itu kondisi hujan lebat selama hampir 2 malam hujan terus, mungkin itu mengakibatkan longsor,” pungkas Ali.

Saat ini Komandan Satgas Gobang 7 memimpin langsung operasi pencarian dengan berkoordinasi bersama Pusdiklatpassus untuk menyisir radius kejadian.

(Red)