logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Kodam Jaya dengan DLH DKI Jakarta Kumpulkan 5, 5 Ton Limbah Elektronik

234
×

Kodam Jaya dengan DLH DKI Jakarta Kumpulkan 5, 5 Ton Limbah Elektronik

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Prajurit TNI AD dari Kodam Jaya berhasil mengumpulkan 5.598,2 kilogram limbah elektronik atau 5,5 ton yang diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta untuk dikelola sesuai standar limbah berbahaya dan beracun (B3).

Dilansir dari keterangan Dispenad, Senin (16/2/2026) langkah ini merupakan bagian dari komitmen program “Jaga Jayakarta, Jaga Bumi”, inisiatif Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi yang memperluas makna pengamanan wilayah bukan hanya pada aspek teritorial, tetapi juga keberlanjutan lingkungan hidup.

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Pengumpulan dilakukan secara terstruktur oleh jajaran Satkowil dan Sat Non Kowil Kodam Jaya, dengan dukungan aktif Persit Kartika Chandra Kirana PD Jaya yang menggerakkan keluarga prajurit serta masyarakat untuk menyalurkan limbah elektronik ke jalur pengelolaan resmi.

Dari seluruh satuan yang terlibat, capaian tertinggi diraih oleh Kodim 0510/Tigaraksa sebanyak 1.225 kilogram dan Yonkav 9/Satya Dharma Kala 9 sebanyak 207,5 kilogram.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Deddy Suryadi mengatakan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari tanggung jawab kolektif.

“Menjaga wilayah tidak hanya soal batas geografis, tetapi juga menjaga tanah dan airnya tetap aman. Melalui program Jaga Jayakarta, Jaga Bumi, kami ingin memastikan bahwa limbah elektronik tidak menjadi beban bagi generasi mendatang,” kata Deddy.

Sementara itu, Kepala DLH Provinsi DKI Jakarta Asep Kuswanto menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.

“Ini pertama kalinya sebuah unit kerja secara terstruktur menggerakkan pengumpulan e-waste dalam skala besar. Alhamdulillah, terkumpul lebih dari 5.200 kilogram. Kami sangat mengapresiasi komitmen ini dan berharap kerja sama ini terus berlanjut, tidak hanya pada e-waste tetapi juga dalam program lingkungan lainnya,” kata Kuswanto.

Limbah elektronik mengandung zat berbahaya seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang dapat mencemari tanah dan air serta berdampak pada kesehatan.

Namun melalui pengolahan resmi, komponen elektronik dapat dipilah dan dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku seperti aluminium, tembaga, bahkan emas dari papan sirkuit.

(Farid Hidayat)