Targetberita.co.id Jawa Timur, Prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 2 Marinir membuktikan bahwa ketangkasan mereka tidak hanya terbatas pada medan tempur.
Di lahan seluas 3,6 hektar yang terletak di Kesatrian Marinir R. Suhadi, Gedangan, para prajurit Korps Baret Ungu ini sukses menggelar panen raya padi varietas IR 64 pada Rabu (08/4/2026).
Lahan hijau di tengah markas militer tersebut menghasilkan gabah seberat 17 ton.
Capaian ini merupakan buah dari masa tanam selama 110 hari yang disertai perawatan intensif oleh tangan-tangan prajurit.
Komandan Batalyon Infanteri 15 Marinir, Letkol Marinir Fernando S. Lumi, yang hadir mewakili Komandan Brigif 2 Marinir, memimpin langsung pemotongan padi pertama secara simbolis.
Ia didampingi oleh Ketua Jalasenastri Cabang 2 Korcab Pasmar 2, Ny. Aang Andy Warta, beserta jajaran perwira staf lainnya
“Hasil panen kali ini patut kita syukuri. Ini bukti nyata bahwa program ketahanan pangan TNI Angkatan Laut berjalan maksimal di tingkat satuan,” ujar Letkol Marinir Fernando di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, keberhasilan ini harus menjadi standar untuk musim tanam berikutnya.
Targetnya, produksi pangan dari lahan militer ini bisa terus meningkat secara kualitas maupun kuantitas guna mendukung stabilitas pangan di lingkungan internal maupun nasional.
Menariknya, aksi mandiri pangan di Brigif 2 Marinir tidak berhenti pada komoditas padi saja.
Satuan di bawah jajaran Pasmar 2 ini menerapkan sistem ketahanan pangan terpadu yang menyentuh berbagai sektor kebutuhan pokok.
Selain menguningnya hamparan padi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan panen ikan nila di kolam Batalyon Infanteri 3 Marinir.
Di sudut lain, prajurit dari Batalyon Infanteri 1 Marinir menunjukkan hasil kerja keras mereka melalui panen sayur sawi hidroponik yang segar serta telur dari peternakan ayam petelur yang mereka kelola secara mandiri.
Langkah ini mempertegas peran aktif TNI AL dalam menjaga ketersediaan pangan yang berkelanjutan.
Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar, hasil panen ini menjadi stimulus untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit beserta keluarga mereka melalui pemanfaatan lahan tidur yang lebih produktif.
(Red)













