logo tb
BengkuluBeritaDaerahHukumKab. Bengkulu UtaraNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

‎Dugaan Mafia Tanah di Air Sebayur Mencuat, Warga Desak Kepastian Hukum Terkait Penyerobotan Lahan dan Aktor Intelektual

1378
×

‎Dugaan Mafia Tanah di Air Sebayur Mencuat, Warga Desak Kepastian Hukum Terkait Penyerobotan Lahan dan Aktor Intelektual

Sebarkan artikel ini

‎Targetberita.co.id Bengkulu Utara, Keresahan mendalam tengah menyelimuti warga Desa Air Sebayur, Kabupaten Bengkulu Utara.

‎Puluhan warga melaporkan adanya praktik mafia tanah yang diduga dilakukan secara terorganisir, mengakibatkan hilangnya hak milik tanah hingga jatuhnya korban jiwa.
‎
‎Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (3/4/2026), salah seorang warga mengungkapkan bahwa penyerobotan lahan miliknya telah dilaporkan ke pihak kepolisian.
‎
‎Namun, hingga saat ini, ia merasa belum mendapatkan kepastian hukum yang jelas sementara aktivitas di lahan tersebut terus berjalan.
‎
‎“ Tanah saya dijarah, kayu-kayunya ditebang, bahkan buah sawit yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga kami dipanen oleh mereka. Bukan hanya tanah saya, tanah mertua saya pun ikut diserobot, ” ungkap salah satu warga melalui pesan singkat, Jumat malam.
‎
‎Kaitan dengan Tragedi Pembunuhan
‎Kasus agraria ini kian memanas setelah insiden pengeroyokan yang menewaskan seorang warga bernama Iwan.
‎
‎Iwan dikenal sebagai sosok yang vokal membela hak-hak warga Air Sebayur yang tanahnya dirampas.
‎
‎“ Iwan itu membela kami karena hak kami diserobot. Itulah mengapa nyawanya melayang, ” tambah warga tersebut.
‎
‎Warga menduga bahwa aksi penyerobotan ini tidak dilakukan sendirian oleh para tersangka yang saat ini mendekam di sel Mapolres Bengkulu Utara.
‎
‎Terdapat dugaan kuat keterlibatan aktor intelektual yang menggerakkan aksi di lapangan.
‎
‎Warga menyebut inisial PM, seorang mantan kepala desa, diduga sebagai aktor utama.
‎
‎Selain itu, muncul inisial S yang diduga berperan sebagai penyokong dana bagi kelompok yang kini telah berstatus tersangka pembunuhan tersebut.
‎
‎Masyarakat Air Sebayur mendesak Polres Bengkulu Utara untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya.
‎
‎Warga berharap polisi tidak hanya berhenti pada tersangka pembunuhan, tetapi juga menindak tegas dalang di balik mafia tanah yang telah merusak tatanan ekonomi dan keamanan di desa mereka.
‎
‎Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian terkait perkembangan laporan penyerobotan lahan dan status hukum terduga aktor intelektual yang disebutkan warga.
‎
‎(Johan SP)

Whats-App-Image-2026-09-26-at-21-26-43