logo tb
BantenBeritaDaerahLebakNasionalNewsTerkini

Sungai Ciekok Tak Mampu Tampung Debit Air, Desa Margawangi Kebanjiran

101
×

Sungai Ciekok Tak Mampu Tampung Debit Air, Desa Margawangi Kebanjiran

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Lebak – Banten, Hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Desa Margawangi, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, sejak pagi hingga sore hari pada Minggu (24/05/2026).

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Curah hujan yang turun terus-menerus sepanjang hari menyebabkan debit air meningkat tajam.

Akibat kondisi tersebut, Sungai Ciekok tak lagi mampu menampung volume air yang ada, sehingga meluap ke luar aliran.

Air bah pun langsung menggenangi badan jalan raya hingga masuk ke kawasan pemukiman warga yang berada di Kampung Kamancing dan sekitarnya.

Luapan air sungai yang meluber ke jalan raya sempat menghambat akses lalu lintas di lokasi.

Beberapa titik tergenang cukup dalam dan arus air terlihat deras, membuat para pengguna jalan harus berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas di wilayah tersebut.

Menurut keterangan warga sekitar, ketinggian air mulai terlihat naik drastis pada sore hari, tepat ketika hujan masih terus turun dengan deras dan tak kunjung reda.

Warga pun segera bersiap-siap mengamankan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi demi menghindari kerugian lebih besar.

Peristiwa banjir ini memang sempat mengganggu segala aktivitas masyarakat setempat.

Namun, hingga berita ini diturunkan, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian luapan air tersebut.

Kepala Desa Margawangi, H. Sumitra Pakot, menghimbau seluruh warganya agar tetap waspada dan tidak lengah meski curah hujan mulai berkurang.

Ia juga meminta warga untuk saling berkoordinasi dengan petugas setempat apabila melihat tanda-tanda kenaikan air kembali.

Bersama unsur aparat keamanan dan perangkat desa, warga pun terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan debit air.

Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi dini, mengingat risiko banjir susulan masih sangat mungkin terjadi jika hujan kembali turun.

Masyarakat di wilayah sekitar berharap adanya perhatian serius dari pemerintah terkait penanganan aliran sungai dan saluran air yang ada.

Hal ini dinilai penting agar kejadian luapan air tidak terus berulang setiap kali memasuki musim penghujan.

Hingga menjelang malam hari, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan mulai berangsur kondusif dan ketinggian air perlahan surut.

Meski demikian, warga tetap diminta menjaga kewaspadaan tinggi mengingat potensi cuaca ekstrem masih bisa terjadi sewaktu-waktu.

(Apiyudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *