logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

‎Dorong Kolaborasi Hingga Daerah, KOSGORO 1957 Diharapkan Lebih Aktif dalam Program Koperasi Nasional

112
×

‎Dorong Kolaborasi Hingga Daerah, KOSGORO 1957 Diharapkan Lebih Aktif dalam Program Koperasi Nasional

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Dinamika penguatan organisasi dan peran koperasi kembali menjadi sorotan dalam internal organisasi KOSGORO 1957.

Sejumlah pengurus daerah mendorong agar program-program strategis yang selama ini dijalankan di tingkat pusat dapat lebih merata hingga ke tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, sehingga benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat di daerah.

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

‎Hal tersebut disampaikan oleh Jack Judzoon Puraro, Ketua PDK KOSGORO 1957 KABUPATEN JAYAPURA, Saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Jumat malam (5/6/2026).

‎Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya sinkronisasi program antara Pusat, Pengurus Pusat Koperasi dan Organisasi (PPK), hingga Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota (PDK), agar tidak terjadi kesenjangan pelaksanaan program di lapangan.

‎Menurutnya, selama ini sejumlah inisiatif di tingkat pusat sudah berjalan cukup baik, namun masih perlu diperkuat dari sisi koordinasi dan implementasi hingga ke daerah.

‎“Yang kami harapkan adalah adanya kolaborasi yang lebih kuat dari tingkat pusat sampai ke daerah. Program-program itu harus benar-benar bisa berdampak langsung di wilayah,” ujar Jack dalam keterangannya.

‎Dalam penjelasannya, Jack menyoroti pentingnya integrasi program, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan rekomendasi kerja sama dan nota kesepahaman (MoU) yang telah dijalankan oleh KOSGORO 1957 di tingkat pusat.

‎Ia menilai, hasil dari kerja sama tersebut seharusnya tidak hanya berhenti di tingkat nasional, tetapi juga dapat diturunkan menjadi kegiatan konkret di daerah.

‎Ia juga menyinggung adanya sejumlah program yang disebut sebagai “EBU-EBU” yang dilakukan oleh PPK di tingkat pusat.

Menurutnya, program tersebut perlu disosialisasikan lebih luas agar pengurus di daerah memahami arah kebijakan organisasi dan dapat menyesuaikan program kerja mereka.

‎“Di pusat ini ada program yang berjalan, harapan kami tidak hanya terjadi di tingkat PPK saja, tetapi juga bisa sampai ke daerah. Sehingga kami di daerah juga tahu dan bisa menindaklanjuti dalam bentuk kegiatan yang relevan,” jelasnya.

‎Lebih jauh, Jack menegaskan bahwa koperasi merupakan basis utama gerakan KOSGORO 1957.

Karena itu, ia menilai keterlibatan organisasi dalam penguatan ekosistem koperasi nasional menjadi hal yang sangat penting.

Ia menyoroti program pemerintah yang saat ini tengah mendorong penguatan koperasi, termasuk program Koperasi Desa (Kopdes) dan inisiatif Koperasi Merah Putih yang digagas untuk memperkuat ekonomi berbasis komunitas.

‎Namun demikian, ia menyampaikan keprihatinan karena menurut pandangannya, organisasi KOSGORO belum sepenuhnya terlibat dalam pelaksanaan program tersebut di berbagai daerah.

‎“Basis kita ini koperasi. Tapi dalam perkembangan program pemerintah, kita lihat KOSGORO belum terlalu banyak terlibat. Padahal ini sangat relevan dengan sejarah dan kapasitas organisasi,” ungkapnya.

‎Ia berharap ke depan ada ruang kolaborasi yang lebih terbuka antara organisasi masyarakat seperti KOSGORO 1957 dengan program-program koperasi nasional, sehingga pelaksanaannya tidak hanya melibatkan pihak tertentu saja, tetapi juga organisasi yang memiliki pengalaman dan basis kuat di bidang koperasi.

‎Jack juga menekankan pentingnya peran kader dan pengurus di berbagai tingkatan untuk memperkuat posisi organisasi dalam mendukung program pembangunan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, keterlibatan aktif organisasi akan membuat program pemerintah lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

‎Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk unsur legislatif yang memiliki keterkaitan dengan organisasi, dapat menjadi penguat dalam mendorong kolaborasi yang lebih luas di sektor koperasi.

‎“Kalau kita bisa masuk dan berkolaborasi, maka program koperasi itu akan lebih kuat, lebih terarah, dan benar-benar menyentuh masyarakat,” katanya.

‎Wacana penguatan kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan program koperasi nasional ini menjadi bagian dari upaya memperluas peran lembaga sosial dalam pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan.

‎KOSGORO 1957, sebagai salah satu organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam gerakan koperasi di Indonesia, diharapkan dapat kembali mengambil peran strategis dalam mendorong penguatan ekonomi di tingkat akar rumput.

‎Dengan meningkatnya sinergi antara pusat dan daerah, serta keterlibatan aktif berbagai pihak, program koperasi nasional diharapkan tidak hanya menjadi kebijakan formal, tetapi juga benar-benar hadir sebagai gerakan ekonomi yang hidup di tengah masyarakat.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *