logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Gibran Rakabuming Raka Temui Mahasiswa Pengunjuk Rasa di Istana Wapres

155
×

Gibran Rakabuming Raka Temui Mahasiswa Pengunjuk Rasa di Istana Wapres

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Dalam pertemuannya, Gibran mendengarkan dan mencatat aspirasi yang disampaikan langsung oleh mahasiswa pengunjuk rasa.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima perwakilan mahasiswa dari Universitas Bung Karno (UBK) dan Universitas MH Thamrin yang menggelar unjuk rasa di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (15/6/2026).

DANIEL TURANGAN, S.H

Pertemuan tersebut dilakukan guna mendengarkan sejumlah tuntutan evaluasi program kerja pemerintah, termasuk program Makan Bergizi Gratis.

Massa sebelumnya melakukan aksi berjalan kaki dari arah Tugu Tani melewati Jalan Medan Merdeka Selatan hingga kawasan Patung Kuda.

Sebanyak 15 mahasiswa yang mengenakan almamater merah dan biru memasuki area Istana Wapres pada pukul 17.19 WIB setelah melewati pemeriksaan petugas keamanan.

Di dalam area demonstrasi, perwakilan mahasiswa menyampaikan bahwa pertemuan dengan Wakil Presiden merupakan hasil dari perjuangan aksi mereka di jalan.

“Perjuangan kita membuahkan hasil, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima kami, untuk bagaimana memberikan aspirasi-aspirasi kami. Kami menyampaikan kepada Wakil Presiden untuk membawa tuntutan kami ke Istana,” ujar orator demo mahasiswa

Seusai pertemuan yang berlangsung di dalam kantor Wakil Presiden, perwakilan mahasiswa membeberkan hasil dialog mereka.

Koordinator Aksi Mahasiswa yang juga Ketua Umum BEM Fakultas Hukum UBK, Muhammad Abdi atau Muhammad Andi, menjelaskan bahwa Wakil Presiden mencatat seluruh poin aspirasi mereka demi perbaikan ke depan.

“Dia akan catat hasil dari tuntutan-tuntutan kami dengan buku kecilnya tadi, catat poin-poinya yang harus Bapak Wapres itu ke depannya untuk memperbaiki dan mengevaluasi segala bentuk yang janggal di negara hari ini. Tentunya MBG dan KDMP,” kata Abdi menurut laporan CNN Indonesia.

Abdi menambahkan bahwa para mahasiswa memberikan batas waktu selama lima hari kepada pihak pemerintah untuk merespons dan merealisasikan tuntutan tersebut.

Jika dalam tenggat waktu yang ditentukan aspirasi tersebut diabaikan, massa mengancam akan kembali melakukan aksi turun ke jalan.

“Sub Poinnya yaitu membekukan sementara pelaksanaan program makan bergizi gratis dan kebijakan deputi kedaulatan pangan di wilayah terkait untuk audit transparansi,” kata Andi

Selain masalah program makan bergizi gratis, klaster fiskal dan pendidikan juga menjadi poin pembahasan utama.

Mahasiswa mendesak agar efisiensi anggaran dialihkan untuk membantu pembiayaan perguruan tinggi.

“Sub yang kedua, mengalihkan efisiensi anggaran tersebut guna mensubsidi UKT ataupun biaya operasional pendidikan tinggi demi mewujudkan pendidikan terjangkau,” ucap dia

Aspirasi dari kelompok mahasiswa ini juga mencakup persoalan pada sektor moneter dan kebijakan energi nasional.

Mereka menyoroti pelemahan daya beli domestik yang terjadi akibat kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak regional baru-baru ini.

“Dan di sini ada poin mendesak otoritas moneter pusat untuk melakukan intervensi stabilitas Rupiah dan membatalkan kebijakan kenaikan harga BBM Pertamax di tingkat regional karena terbukti menghancurkan daya beli domestik masyarakat,” ucapnya

Terkait respons dari Wakil Presiden selama pertemuan tertutup, Andi menyatakan bahwa Gibran menyambut baik kajian yang mereka bawa.

Wakil Presiden juga menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti poin-poin tersebut ke tingkat kepemimpinan yang lebih tinggi.

“Andi menyampaikan bahwa pihaknya memberikan tenggat dalam jangka waktu lima hari, apabila tidak dilaksanakan, maka para mahasiswa akan kembali turun ke jalan.

“Dan satu lagi, Wapres tadi kan sudah catat apa yang kami sampaikan.

Makanya kami tadi di dalam memorandum rilis memberikan waktu kepada pemerintah hari ini 5 x 24 jam. Ketika tuntutan-tuntutan yang kami sampaikan (tidak dilakukan), maka kami tetap akan di jalan,” jelasnya.

Pihak mahasiswa berharap catatan yang diberikan kepada Wakil Presiden bisa segera dikomunikasikan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Artinya Mas Wapres terbuka dan menerima hasil kajian dia. Dia akan mengaudit dan mengkonsolidasi, apa mengkonsolidasi, dia akan memberitahukan kepada pimpinan, lebih khusus Presiden Prabowo Subianto. Dia akan sounding lagi,” jelasnya.

Merespons pertemuan tersebut, pihak Istana Wakil Presiden memberikan keterangan resmi mengenai sikap Gibran Rakabuming Raka terhadap demonstrasi mahasiswa.

Plt. Sekretaris Wakil Presiden, Al Muktabar, menyatakan bahwa penyampaian pendapat ini dihormati sebagai bagian dari proses demokrasi.

“Tentu, beliau berdua Bapak Wakil Presiden dan Bapak Presiden tentu punya mekanisme kerja yang akan disampaikan dalam kesempatan-kesempatan tertentu sesuai waktu yang tersedia,” ujar dia

Al Muktabar juga memastikan bahwa seluruh hasil dialog dan dokumen tuntutan yang diserahkan oleh perwakilan mahasiswa akan diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto melalui mekanisme kerja internal yang ada.

(Agus)

PT. BULE ADVENTURE BADUY
PT. BULE ADVENTURE BADUY