Targetberita.co.id Kab. Paniai – Papua Tengah, Penutupan akses jalan umum yang menghubungkan Distrik Yatamo dan Distrik Deiyai Miyo, Kabupaten Paniai, kembali menimbulkan dampak serius bagi masyarakat.
Kali ini, sebuah jenazah terpaksa dibawa melalui jalur danau karena jalan utama di Kampung Edukumeida masih ditutup akibat persoalan politik.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/6/2026).
Seorang warga bernama Yonas Tekege meninggal dunia di Ugapuga, Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua Tengah.
Proses pemulangan jenazah menuju kampung halaman mengalami kendala akibat tidak dapat dilaluinya akses jalan darat yang selama ini menjadi jalur utama masyarakat.
Warga Gerbangsadu Wadio Atas Mohon Pemerintah Segera Pasang Jaringan Listrik, Sabtu (20/6/2026).
Menurut keterangan keluarga, awalnya jenazah dibawa menggunakan mobil Kijang melalui jalur Yawawe menuju Kampung Edukumeida.
Namun karena jalan masih ditutup, perjalanan tidak dapat dilanjutkan dan rombongan terpaksa kembali ke Enarotali.
Dari Enarotali, jenazah kemudian dibawa menggunakan speedboat menyusuri Danau Paniai menuju Pelabuhan Dimiya.
Perjalanan dilanjutkan dengan memikul jenazah dari Pelabuhan Dimiya menuju Pelabuhan Bune.
Setelah tiba di Pelabuhan Bune, jenazah kembali diangkut menggunakan speedboat melintasi Danau Tage Biru hingga sampai di Kampung Onepa Butu untuk dimakamkan.
Perjalanan panjang tersebut dilakukan sebagai alternatif karena akses jalan darat masih belum dapat digunakan.
Jenazah Terpaksa Melalui Jalur Danau Akibat Penutupan Jalan Menuju Distrik Yatamo dan Deiyai Miyo, Jumat (26/6/2026).
Pihak keluarga mengaku telah mempertanyakan kepada kedua belah pihak yang terlibat dalam penutupan jalan mengenai kemungkinan pembukaan akses umum.
Namun, mereka mendapat jawaban bahwa situasi dinilai belum kondusif sehingga jalan belum dapat dibuka untuk masyarakat.
Penutupan jalan tersebut tidak hanya berdampak pada proses pemulangan jenazah, tetapi juga menghambat berbagai aktivitas masyarakat Distrik Yatamo dan Distrik Deiyai Miyo.
Warga mengalami kesulitan dalam mobilitas, distribusi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta berbagai urusan sosial lainnya.
Masyarakat berharap semua pihak dapat mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan mencari solusi terbaik agar akses jalan umum segera dibuka kembali.
Mereka menilai jalan tersebut merupakan fasilitas publik yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari warga.
Selain itu, masyarakat juga menyampaikan dua harapan utama, yakni agar tidak ada lagi penutupan jalan umum yang menjadi akses utama masyarakat, serta tidak mengorbankan kehidupan warga demi kepentingan tertentu.
Warga berharap dialog dan musyawarah dapat menjadi jalan keluar dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi. Dengan mengedepankan hati nurani dan kepentingan masyarakat luas, diharapkan situasi dapat kembali kondusif sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan normal dan kehidupan yang aman serta damai dapat terwujud.
(Red)















