Targetberita.co.id Jakarta, Perempuan Exco Partai Buruh turut menghadiri dan menyukseskan Kongres Perempuan Partai Buruh Indonesia yang digelar Umar Ismai Hall Jakarta Selatan, pada Senin (28/6/2026).
Partai Buruh ini dihadiri oleh pengurus perempuan Partai Buruh
Kehadiran peserta dari berbagai daerah tersebut menegaskan luasnya konsolidasi nasional gerakan perempuan kelas pekerja di tubuh Partai Buruh.
Kongres ini mencapai klimaks politiknya dengan penetapan struktur nasional sayap perempuan Partai Buruh “Suara Marsinah” untuk periode 2026–2031, sekaligus menandai arah baru gerakan perempuan Partai Buruh yang terorganisir, politis, dan siap merebut ruang-ruang pengambilan keputusan strategis.
Penetapan Suara Marsinah sebagai sayap resmi perempuan Partai Buruh dipandang sebagai langkah strategis dan ideologis.
Nama Marsinah, buruh perempuan yang gugur akibat kekerasan negara pada era Orde Baru, kembali dihadirkan sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan struktural, eksploitasi tenaga kerja, serta pembungkaman suara perempuan.
Dalam konteks kongres ini, Suara Marsinah dimaknai sebagai transformasi duka sejarah menjadi kekuatan politik yang terorganisir.
Melalui manifesto yang dibacakan, ditegaskan bahwa perempuan pekerja adalah subjek politik, bukan sekadar penerima kebijakan pasif.
Manifesto Suara Marsinah menyoroti berbagai persoalan krusial yang dihadapi perempuan pekerja, mulai dari upah rendah, kerja kontrak yang tidak adil, fleksibilitas kerja tanpa perlindungan, hingga beban kerja perawatan yang selama ini dipandang sebagai urusan domestik.
Seluruh persoalan tersebut ditegaskan sebagai masalah nasional yang membutuhkan intervensi kebijakan negara.
(Agus)















