logo tb
AcehBeritaDaerahMeulabohNasionalNewsTerkini

Ubah Stigma Penjara, Lapas Meulaboh Bentuk Warga Binaan Mandiri Melalui Ketahanan Pangan Nasional

88
×

Ubah Stigma Penjara, Lapas Meulaboh Bentuk Warga Binaan Mandiri Melalui Ketahanan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Meulaboh – Aceh,  Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh terus berkomitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Kamis (2/7/2026).

Memanfaatkan lahan kosong di lingkungan Lapas, Petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Meulaboh menyulap area tersebut menjadi lahan pertanian produktif. Langkah ini selaras dengan program prioritas Asta Cita Presiden RI serta 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Homestay Kampung Landeuh

Beragam jenis tanaman pangan kini tumbuh subur di area pertanian Lapas Meulaboh, mulai dari jagung, terong, labu, kangkung, cabai, tomat, kacang tanah, hingga tanaman buah seperti pepaya dan mangga.

Pengelolaan lahan ini sepenuhnya melibatkan warga binaan di bawah pengawasan langsung dan bimbingan para petugas Lapas.

Kepala Lapas Meulaboh, Tendi Kustendi menjelaskan bahwa kegiatan pemanfaatan lahan ini memegang peranan ganda, baik untuk mendukung program makro pemerintah maupun internal instansi.

“Pemberdayaan warga binaan melalui sektor pertanian ini merupakan wujud dukungan penuh Lapas Meulaboh terhadap program Asta Cita Presiden RI dan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan.

Kami membekali warga binaan dengan keterampilan bertani agar mereka memiliki kemampuan diri yang kuat, sehingga kelak siap hidup mandiri secara ekonomi setelah menyelesaikan masa pidananya,” ujar Tendi.

Lebih lanjut, Kalapas menekankan bahwa esensi utama dari program ini adalah bagian dari transformasi besar institusi pemasyarakatan dalam memperlakukan para pelanggar hukum.

“Melalui ketahanan pangan nasional ini, Lapas Meulaboh ingin membentuk warga binaan yang mandiri sekaligus mengubah stigma penjara di mata masyarakat. Lapas bukan lagi sekadar tempat hukuman yang pasif, melainkan sebuah wadah produktif dan pusat pelatihan yang humanis. Kami membuktikan bahwa dari balik jeruji besi, para warga binaan mampu melahirkan karya nyata yang bermanfaat bagi ketahanan pangan bangsa,” tambah Tendi.

Aktivitas ini juga menjadi sarana pengisian waktu yang sangat positif bagi para narapidana. Selain mengasah kemampuan kerja, program pertanian ini sukses menciptakan lingkungan Lapas Meulaboh yang jauh lebih hijau, bersih, dan sehat.

Sementara itu, Kasi Binadik dan Giatja, Muhammad Faydiban selaku penanggung jawab kegiatan kerja di Lapas dalam keterangan mengatakan bahwa Menariknya, hasil panen dari pertanian produktif ini dikelola secara profesional sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Sejalan dengan Peraturan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Nomor 1 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Makanan di Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan, sekitar 5 persen dari hasil produksi pertanian ini diserap langsung oleh mitra penyedia bahan makanan (bama) untuk diolah dan dikonsumsi kembali oleh warga binaan.

Faydiban juga menambahkan bahwa sisa hasil produksi lainnya dipasarkan secara luas kepada para pegawai Lapas serta masyarakat umum.

Hasil penjualan tersebut dialokasikan kembali untuk memberikan premi (upah) bagi warga binaan yang terlibat aktif dalam proses produksi, sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras mereka.

“Melalui program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan ini, Lapas Meulaboh tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan internal dan daerah, tetapi juga berhasil melangkah maju dalam memulihkan masa depan para warga binaan agar siap kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif” Tutup Faydiban.

(Red)

HUT POLRI 80 PT. BULE ADVENTURE BADUY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PT. BULE ADVENTURE BADUY