Targetberita.co.id Jakarta, Partai Bulan Bintang (PBB) menegaskan komitmennya untuk melakukan transformasi organisasi dan memperkuat konsolidasi nasional sebagai langkah strategis menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029.
Tekad tersebut mengemuka dalam Bimtek PBB Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, pada 15–16 Juli 2026.
Bimtek dihadiri jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC), badan otonom (Banom), badan khusus, serta kader PBB dari berbagai daerah di Indonesia, dikutib dari Metropolitan Post.
Forum ini menjadi ajang evaluasi, konsolidasi, sekaligus penyusunan strategi politik partai dalam menghadapi dinamika nasional dan kontestasi demokrasi mendatang.
Ketua Umum DPP PBB, Yuri Kemal Fadlullah, mengatakan Rakernas tahun ini memiliki makna historis karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-32 Partai Bulan Bintang pada 17 Juli 2026.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi titik awal transformasi besar bagi partai.
“Rakernas ini menjadi sejarah bagi Partai Bulan Bintang. Kami ingin menunjukkan bahwa transformasi bukan sekadar slogan, tetapi harus dibuktikan dengan kerja nyata. Kami ingin membuktikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Partai Bulan Bintang tetap ada, tetap eksis, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi bangsa,” ujar Yuri.
Ia menegaskan kepengurusan DPP saat ini serius melakukan reorganisasi secara menyeluruh demi memperkuat fondasi partai.
Langkah tersebut meliputi penguatan struktur organisasi dari tingkat pusat hingga daerah sebagai modal utama menghadapi Pemilu 2029.
Menurut Yuri, proses penguatan infrastruktur partai terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Seluruh kepengurusan DPW telah terbentuk 100 persen, sementara pembentukan DPC telah mencapai sekitar 70 persen dan akan terus diperluas hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC).
Selain itu, PBB juga fokus meningkatkan jumlah anggota guna memenuhi persyaratan administrasi peserta Pemilu.
“Kami optimistis Partai Bulan Bintang akan kembali menjadi peserta Pemilu 2029. Sejak era reformasi 1998, PBB tidak pernah absen mengikuti pemilu.
Tradisi itu akan kami lanjutkan dengan persiapan yang lebih matang dan organisasi yang semakin kuat,” katanya.
Selain penguatan internal, Yuri menegaskan PBB juga aktif memberikan masukan terhadap pembahasan sistem politik dan regulasi pemilu.
Menurutnya, partai mendorong hadirnya sistem pemilu yang mampu meminimalkan suara yang tidak terkonversi menjadi kursi sehingga aspirasi masyarakat dapat terwakili secara lebih optimal.
“PBB bersama sejumlah partai politik nonparlemen terus menyuarakan perbaikan sistem pemilu agar demokrasi Indonesia semakin berkualitas.
Kami berharap aspirasi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah dan DPR dalam penyusunan regulasi pemilu mendatang,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Yuri juga menegaskan posisi politik Partai Bulan Bintang yang berada dalam barisan pendukung pemerintah.
Ia meminta seluruh kader, khususnya anggota DPRD provinsi maupun kabupaten/kota dari PBB, untuk mengawal dan mengawasi implementasi berbagai program pemerintah agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami tegaskan bahwa Partai Bulan Bintang berada di jajaran pemerintah. Kepada seluruh anggota DPRD dari PBB kami meminta untuk mengawal, mengawasi, sekaligus memastikan program-program pemerintah berjalan dengan baik demi kepentingan rakyat,” tegas Yuri.
(Agus)














