Targetberita.co.id Manggarai – Nusa Tenggara Timur, Kepala Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran, M.Si., turun langsung memimpin operasi kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026).

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, taktis, dan menyasar seluruh kebutuhan dasar pengungsi.
Didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H., dan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., Astamaops Kapolri meninjau salah satu titik pengungsian terbesar di Posko Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, pada pukul 12.40 WITA.
Dalam peninjauan tersebut, Polri menyalurkan bantuan logistik secara simbolis berupa 2.500 paket sembako (beras, gula, minyak goreng, mi instan, teh, kecap, dan biskuit), tenda darurat, terpal, genset, serta menyiagakan 2 unit kendaraan Starling untuk mendukung operasional pelayanan warga.
Berdasarkan data terkini dari Polres Manggarai per 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, total korban akibat gempa tercatat sebanyak 163 orang, dengan rincian 27 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.
Sementara itu, kerugian materiil akibat kerusakan infrastruktur meningkat dari data sebelumnya 2.081 unit menjadi 2.398 unit fasilitas, yang mencakup gedung pemerintah, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, tempat umum, dan rumah warga.
Saat ini, sebanyak 13.881 jiwa pengungsi tersebar di 45 titik posko yang berada di 8 kecamatan terdampak, yaitu Langke Rembong, Reok, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Lelak, Wae Rii, dan Satar Mese.
Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kecamatan Reok (7 posko, 4.488 pengungsi) dan Kecamatan Wae Rii (17 posko, 4.476 pengungsi).
Beberapa posko dengan kapasitas besar di antaranya Posko Robek (1.500 jiwa), Posko Barangkolong (1.330 jiwa), dan Posko Golo Mendo (1.058 jiwa).
Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menegaskan bahwa Polri berkomitmen penuh hadir di tengah masyarakat dan menjamin situasi keamanan di area pengungsian tetap kondusif melalui patroli kamtibmas berkala.
”Tantangan di lapangan cukup dinamis karena luasnya wilayah terdampak dan kebutuhan logistik yang bervariasi di 45 titik posko. Sinergi lintas instansi menjadi kunci utama agar respons berjalan cepat dan adaptif,” ujar AKBP Levi.
Operasi kemanusiaan terpadu ini melibatkan ratusan personel gabungan, terdiri dari 100 personel Polri, 68 personel Brimob (termasuk Resimen 2 Pelopor Korps Brimob Polri), 31 personel TNI, 5 personel Basarnas, serta dukungan 6 personel BPBD Jawa Timur.
Seluruh unsur bergerak secara terintegrasi bersama pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan relawan untuk melakukan pencarian korban, pelayanan medis (prioritas kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, disabilitas), serta pengelolaan distribusi logistik.
Usai meninjau wilayah Manggarai, Astamaops Kapolri bersama rombongan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, untuk memantau langsung perluasan penanganan pascabencana di wilayah sekitar.
(Red)













