Targetberita.co.id Brebes – Jawa Tengah, Upaya pengungkapan praktik mafia Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali berujung pada tindakan intimidasi terhadap pekerja pers.

Tim investigasi Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia dilaporkan mendapat penghadangan dari puluhan orang saat memergoki aktivitas penimbunan solar ilegal di SPBU Tengguli, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Sabtu malam (22/8/2026).
Insiden bermula sekitar pukul 20.00 WIB ketika tim FWJI melakukan pemantauan di area SPBU tersebut.
Kecurigaan muncul saat mendapati sejumlah truk jenis fuso tronton melakukan pengisian BBM solar subsidi secara berulang-ulang hingga tiga kali berturut-turut pada malam yang sama.
Berdasarkan pemeriksaan visual di lokasi, armada truk berukuran besar tersebut diduga kuat telah dimodifikasi secara khusus.
Bagian dalam bak truk ditengarai menyimpan tangki rakitan (kempu) berkapasitas besar yang mampu menampung lebih dari 8 ton solar sekali angkut.
Dari informasi awal yang dihimpun tim di lapangan melalui pengakuan sejumlah pengemudi, terdapat sekitar 6 unit armada tronton sejenis yang beroperasi setiap hari di wilayah tersebut.
Praktik penyedotan solar bersubsidi ini diperkirakan berlangsung masif dalam kurun waktu operasi 12 jam per hari.
Bisnis ilegal yang merugikan negara ini diduga dikoordinasikan oleh seorang pria berinisial TJ, dan disinyalir dikendalikan oleh oknum berinisial OJA.
Namun, saat tim investigasi FWJI berusaha mendokumentasikan serta melakukan konfirmasi atas temuan tersebut, situasi mendadak memanas.
Tim jurnalis langsung dihadang dan diintervensi oleh puluhan orang kelompok massa yang berjaga di sekitar lokasi untuk menutupi aktivitas tersebut.
Menyikapi intimidasi yang menimpa anggotanya, tim investigasi telah melaporkan seluruh kronologi kejadian beserta bukti-bukti lapangan kepada Ketua Umum FWJ Indonesia.
Kasus ini akan diteruskan ke aparat penegak hukum (APH) dan BPH Migas agar jaringan mafia solar bersubsidi di wilayah Brebes dapat diusut tuntas demi melindungi hak masyarakat dan keselamatan jurnalis dalam bertugas.
(Red)













