Targetberita.co.id Penajam – Kalimantan Timur, Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor memastikan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak potong untuk pembangunan gerai Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Tetapi, anggaran yang dipotong pemerintah pusat untuk pembangunan gerai koperasi merah putih dari Dana Desa (DD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“Yang dipotong bukan dari APBD, tetapi dana desa dari APBN,” kata Mudyat, Senin (24/8/2026).
Mudyat menyatakan, adanya kebijakan pemotongan dana desa untuk pembangunan KDKMP sehingga setiap desa rata-rata hanya menerima dana desa dari APBN sekitar Rp200 juta.
“Sebelumnya setiap desa menerima dana desa Rp. 800 juta. Karena dipotong untuk koperasi desa jadi yang diterima desa hanya Rp. 200 juta. Karena, sebagian dipotong untuk mencicil biaya pembangunan koperasi desa,” bebernya.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) PPU, dana desa yang bersumber dari APBN 2026 untuk 30 desa di Kabupaten PPU sebesar Rp. 25 miliar.
Namun, sebanyak 61 persen atau Rp. 15 miliar lebih dipotong untuk mensupport pembangunan gerai koperasi merah putih. Jadi, yang dibagikan ke 30 desa hanya Rp. 9 miliar lebih.
Sementara ADD yang dialokasikan Pemkab PPU di APBD 2026 sebesar Rp. 110 miliar untuk 30 desa.
“ADD di tahun ini ada penurunan sekitar Rp. 10 miliar dibandingkan tahun lalu mencapai Rp. 120 miliar. Penurunan ADD ini karena adanya pemangkasan dana transfer ke daerah yang dilakukan pemerintah pusat,” pungkasnya.
(M. Sidiq / Nuraeni)














