Targetberita.co.id Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disebut berencana mengalihfungsikan kawasan Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menjadi taman difabel pada 2027.
Rencana tersebut memicu penolakan dari para pedagang yang meminta pemerintah tetap menjalankan komitmen merevitalisasi pasar agar mereka dapat kembali berusaha di tempat yang lebih layak.
Perwakilan pedagang, Januar, mengatakan para pedagang merasa kecewa karena rencana revitalisasi yang sebelumnya diharapkan justru berubah menjadi pembangunan taman.
Menurutnya, Pasar Taman Puring merupakan pasar rakyat yang masih dibutuhkan masyarakat.
“Kami memohon agar sesuai dengan janji Bapak Gubernur saat menyampaikan di media. Beliau menyebut Pasar Taman Puring adalah pasar rakyat yang dibutuhkan masyarakat. Kami berharap janji itu bisa dipenuhi,” kata Januar. Senin (7/9/2026).
Ia menilai perubahan rencana tersebut mengancam keberlangsungan mata pencaharian ratusan pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
“Kami merasa kecewa. Awalnya kami berharap pasar direvitalisasi, tetapi sekarang yang kami dengar justru akan dijadikan taman difabel. Kami tidak tahu kenapa bisa berubah seperti itu,” ujarnya.
Dampak Kebakaran Belum Pulih
Pasar Taman Puring terbakar pada 28 Juli 2025. Peristiwa itu menghanguskan barang dagangan para pedagang dan menyebabkan kerugian besar.
Hingga kini, sebagian pedagang masih bertahan berjualan menggunakan lapak dan tenda darurat di lokasi bekas kebakaran.
Kepala Pasar Taman Puring, H. Warman, mengatakan para pedagang tidak hanya kehilangan seluruh barang dagangan akibat kebakaran, tetapi juga menghadapi penurunan jumlah pengunjung yang berdampak pada omzet penjualan.
“Barang kami habis semua saat kebakaran. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Lalu daya beli masyarakat juga menurun. Pengunjung ke Taman Puring sekarang jauh berkurang dibanding sebelum kebakaran,” kata Warman.
Menurut dia, kondisi tersebut semakin memberatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menggantungkan pendapatan dari aktivitas perdagangan di Pasar Taman Puring.
Minta Kepastian dari Pemprov DKI
Para pedagang mengaku hingga kini belum memperoleh kepastian mengenai pembangunan kembali pasar.
Meski persoalan tersebut sempat mendapat perhatian sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, mereka menilai belum ada langkah konkret untuk menyelesaikan nasib para pedagang.
Dengan waktu yang semakin dekat menuju rencana pembangunan pada 2027, para pedagang berencana terus mencari dukungan dari berbagai pihak agar Pasar Taman Puring tetap dipertahankan sebagai pusat perdagangan rakyat.
(Agus)














