logo tb
BantenBeritaDaerahNasionalNewsSerangTerkini

Abaikan Keluhan Warga 10 Tahun, Warga Puri Serang Hijau Swadaya Normalisasi Sungai Tanpa Bantuan DLH Kota Serang

90
×

Abaikan Keluhan Warga 10 Tahun, Warga Puri Serang Hijau Swadaya Normalisasi Sungai Tanpa Bantuan DLH Kota Serang

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Serang – Banten, Kecewa dengan lambatnya respons Pemerintah Kota Serang, warga RW 15 Perumahan Puri Serang Hijau, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, akhirnya mengambil langkah mandiri.

‎Melalui inisiatif swadaya, warga melakukan normalisasi aliran sungai sepanjang 1.500 meter guna mengantisipasi banjir yang kerap merendam pemukiman mereka.

‎Proyek pengerukan ini murni dibiayai dari hasil patungan warga.

‎Langkah ekstrem ini diambil karena tumpukan sedimen lumpur dan sampah di aliran sungai tersebut telah mencapai ketinggian hampir satu meter, yang memicu luapan air setiap kali hujan deras mengguyur.

‎Ketua RW 15, H. Mumu Munawar, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung selama hampir sepuluh tahun tanpa ada tindakan nyata dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang.

‎”Kami sudah terlalu sabar menanti aksi dari DLH Kota Serang. Karena tidak ada respon meski sudah berkali-kali diberitakan, warga akhirnya bergotong-royong mengumpulkan dana sendiri untuk membiayai pengerukan. Kami sangat berterima kasih kepada Dinas PUPR Provinsi Banten dan Pak Lurah yang telah mendukung pelaksanaan di lapangan,” ujar H. Mumu di sela-sela peninjauan lokasi.

‎Normalisasi ini mencakup pengerukan sedimen, pembersihan sampah, hingga pelebaran sungai.

‎Tujuannya jelas: mengembalikan fungsi alami sungai, meningkatkan kapasitas alir air, dan meminimalisir risiko banjir yang selama ini menghantui warga.

‎Senada dengan warga, Lurah Banjarsari, Ahmad Fakih, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif tersebut.

‎Namun, ia juga melayangkan sentilan agar instansi terkait lebih peka terhadap masalah infrastruktur lingkungan.

‎”Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga Puri Serang Hijau. Ini adalah bentuk kepedulian lingkungan yang luar biasa. Semoga aksi ini menjadi perhatian serius bagi dinas-dinas terkait di Kota Serang,” tegas Ahmad Fakih.

‎Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang, Farach Richi, belum memberikan tanggapan resmi.

‎Konfirmasi yang dikirimkan melalui pesan singkat WhatsApp hanya menunjukkan status terbaca tanpa ada balasan.

‎Warga berharap, melalui normalisasi mandiri ini, lingkungan Puri Serang Hijau bisa menjadi lebih sehat dan aman dari ancaman banjir berkelanjutan, sekaligus menjadi tamparan bagi birokrasi yang dinilai lamban dalam melayani kebutuhan dasar masyarakat.

‎(Buhari)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *