logo tb
BeritaDaerahJawa TimurNasionalNewsSitubondoTerkiniTNI / POLRI

Aksi Kilat Prajurit Hiu Petarung Yonif 3 Marinir di Baluran

73
×

Aksi Kilat Prajurit Hiu Petarung Yonif 3 Marinir di Baluran

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Situbondo – Jawa Timur, Deru mesin drone memecah kesunyian hutan di Pusat Latihan Pertempuran (Puslatpur) Korps Marinir 5 Baluran, Karangtekok, Situbondo.

Di bawah rimbunnya pepohonan, prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir (Yonif 3 Mar) bergerak senyap, memantau pergerakan kelompok separatis yang terdeteksi sedang menyusun kekuatan di wilayah tersebut.

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Operasi ini bukan kejadian nyata, melainkan simulasi tempur tingkat tinggi dalam rangka Latihan Satuan Dasar TW I Tahun 2026.

Prajurit yang dijuluki “Hiu Petarung” ini mempraktikkan teknik penyergapan kilat untuk menghancurkan kedudukan lawan yang tersebar di medan ekstrem Baluran pada Rabu (08/04/2026).

Strategi yang diterapkan tidak lagi konvensional. Sebelum meletuskan tembakan pertama, tim intelijen meluncurkan drone untuk memetakan titik lemah pertahanan lawan secara presisi.

Langkah itu guna memastikan serangan dilakukan secara efektif tanpa memberikan kesempatan musuh untuk membalas.

Kondisi cuaca panas menyengat khas Baluran menjadi tantangan tersendiri bagi fisik para prajurit.

Selain akurasi tembakan, kerahasiaan pergerakan dan sinkronisasi antar regu saat melakukan manuver menjadi kunci keberhasilan penghancuran markas lawan dalam waktu singkat.

Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir, Letkol Marinir Iskandar Muda, menyatakan bahwa latihan ini menjadi kebutuhan dasar yang mutlak bagi setiap prajurit pendarat.

Menurutnya, kesiapan di lapangan adalah penentu hidup dan mati dalam operasi sebenarnya.

“Kuasai medan, kenali siapa lawanmu, dan hancurkan mereka secepat mungkin. Saya menuntut kalian menjiwai setiap gerakan taktis dengan militansi tinggi,” tegasnya.

Ia mengingatkan pasukannya bahwa tidak boleh ada ruang aman bagi musuh selama prajurit Hiu Petarung masih berada di wilayah operasi.

Letkol Iskandar menginstruksikan seluruh jajarannya untuk terus mengasah naluri tempur karena keberhasilan tugas negara berakar dari persiapan matang di medan latihan.

Melalui simulasi ini, Yonif 3 Marinir membuktikan kesiapannya dalam menghadapi ancaman separatisme yang sewaktu-waktu bisa mengganggu kedaulatan negara.

Ketajaman naluri bertempur dan penguasaan teknologi menjadi modal utama mereka dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *