logo tb
BeritaDaerahKab. Tapanuli UtaraNasionalNewsSumatera UtaraTerkini

‎Antisipasi Kelangkaan di Musim Tanam, Pemkab Taput Monitor Ketat Stok dan Harga Pupuk Bersubsidi

93
×

‎Antisipasi Kelangkaan di Musim Tanam, Pemkab Taput Monitor Ketat Stok dan Harga Pupuk Bersubsidi

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Tarutung – Tapanuli Utara – Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) melakukan langkah proaktif dengan menggelar monitoring mendadak terhadap distribusi dan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di kawasan Pasar Tarutung, Rabu (08/04/2026) sore.



‎Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tapanuli Utara guna memastikan penyaluran sarana produksi pertanian tepat sasaran dan mencegah praktik perdagangan bebas pupuk bersubsidi yang melanggar aturan.

‎Tim gabungan dipimpin langsung oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, David Sipahutar, dengan melibatkan lintas sektoral dari Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, Bagian Perekonomian dan SDA, Dinas Pertanian, Satpol PP, hingga Direktur PT. Perseroda Pertanian.

‎Pastikan Kepatuhan Prinsip 6T
‎Dalam inspeksi mendadak (sidak) tersebut, tim menyisir kios pengecer seperti UD. Siangkaan dan UD. Jimmy.

‎Fokus utama pemantauan adalah memastikan kepatuhan terhadap prinsip 6T: Tepat Jenis, Tepat Mutu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat, Tepat Waktu, dan Tepat Harga.

‎”Kami ingin memastikan petani mendapatkan haknya sesuai dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah (HET). Pengawasan ini adalah bentuk komitmen nyata Pemkab Taput dalam menjaga ketahanan pangan,” ujar Kabag Perekonomian dan SDA, Manto Lumbantobing.

‎Temuan Lapangan: Stok Terbatas di Masa Tanam

‎Berdasarkan hasil pemantauan, tim menemukan bahwa ketersediaan stok pupuk bersubsidi di tingkat kios saat ini masih cukup terbatas.

‎Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah mengingat petani di Tapanuli Utara tengah memasuki masa pemupukan Musim Tanam (MT) I Tahun 2026.

‎Menyikapi temuan tersebut, Pemkab Taput memberikan sosialisasi dan penekanan keras kepada para pemilik kios agar tetap disiplin. Distributor dan pengecer diingatkan bahwa pupuk bersubsidi hanya diperuntukkan bagi petani yang terdaftar dan dilarang keras dijual di atas harga HET.

‎”Tim akan terus memantau pendistribusian ini secara berkala. Kami tidak akan segan mengambil tindakan jika ditemukan praktik distribusi yang tidak sesuai ketentuan,” tegas Manto.

‎Melalui pengawasan ketat ini, diharapkan kendala ketersediaan stok dapat segera teratasi sehingga produktivitas petani di Tapanuli Utara tidak terganggu selama musim tanam berlangsung.

‎(Fulkan Tampubolon)

Penulis: Fulkan TampubolonEditor: Niken

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *