logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Gandeng Kementerian Kehutanan, Pemkab Tapanuli Utara Petakan Potensi Konservasi Lanskap “Harangan Tapanuli”

62
×

Gandeng Kementerian Kehutanan, Pemkab Tapanuli Utara Petakan Potensi Konservasi Lanskap “Harangan Tapanuli”

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Tarutung – Tapanuli Utara – Sumatera Utara, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) mempertegas komitmennya dalam menjaga kelestarian alam dengan menggelar Workshop Pemetaan Potensi Areal Konservasi pada Lanskap Batang Toru – Harangan Tapanuli.

‎Kegiatan yang berkolaborasi dengan Kementerian Kehutanan ini dilaksanakan di Hotel Hineni, Tarutung, pada Rabu (8/4/2026).

‎Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., didampingi perwakilan Direktorat Pemulihan Ekosistem dan Bina Areal Preservasi, Dewi Sulastri Ningsih.

‎Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan atas perhatian serius terhadap kekayaan hayati di Tapanuli Utara.

‎Ia mengungkapkan bahwa 66 persen dari total luas lanskap Batang Toru berada di wilayah administratif Tapanuli Utara, sehingga tanggung jawab pelestariannya menjadi prioritas utama.

‎”Melalui pemetaan ini, kita dapat mengidentifikasi aset berharga yang kita miliki. Seringkali kita tidak menyadari potensi besar alam kita sebelum ada upaya identifikasi mendalam seperti ini,” ujar Dr. Deni.

‎Usulan Nama “Harangan Tapanuli”
‎Salah satu poin strategis yang diusulkan Wakil Bupati adalah penguatan identitas kawasan menjadi “Harangan Tapanuli”.

‎Menurutnya, penggunaan istilah lokal akan menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang lebih kuat di tengah masyarakat Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, dan Tapanuli Tengah.

‎”Nama bukan sekadar label, tapi pembawa semangat. Jika kita menyebut ‘Harangan Tapanuli’, masyarakat akan merasa lebih dekat secara emosional. Ini kunci untuk menggerakkan partisipasi publik dalam menjaga hutan kita,” tambahnya.

‎Edukasi Melalui Simbol Daerah
‎Guna memastikan keberlanjutan konservasi, Pemkab Taput juga mendorong kampanye kreatif yang menyasar generasi muda.

‎Dr. Deni menekankan pentingnya kehadiran simbol-simbol Orangutan Tapanuli di ruang publik sebagai kebanggaan warga.

‎”Kita ingin jiwa konservasi tumbuh sejak dini di sekolah-sekolah. Ke depan, maskot atau simbol kebanggaan daerah harus hadir sebagai pengingat bahwa kita adalah rumah bagi spesies langka dunia,” jelasnya.

‎Habitat Kritis Orangutan Tapanuli
‎Mewakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dewi Sulastri Ningsih menegaskan bahwa ekosistem ini merupakan habitat krusial bagi kera besar yang paling terancam punah di dunia, yakni Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).

‎”Mengingat lebih dari separuh ekosistem ini berada di Tapanuli Utara, ini menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab besar bagi kita semua untuk menjaga kelestariannya,” tegas Dewi.

‎Workshop yang berlangsung selama dua hari (7-8 April) ini diharapkan menghasilkan data akurat untuk ditindaklanjuti dengan aksi nyata di lapangan oleh para pimpinan perangkat daerah, camat, kepala desa, serta mitra lingkungan (NGO).

‎Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan Balai KSDA Sumatera Utara, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, serta tokoh masyarakat dan pegiat lingkungan.

‎(Fulkan Tampubolon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *