logo tb
BeritaDaerahNasionalNewsPolitikTerkiniYogyakarta

‎GPM dan Bawaslu Kota Yogyakarta Berkolaborasi Bentuk Kampung Anti-Money Politic

146
×

‎GPM dan Bawaslu Kota Yogyakarta Berkolaborasi Bentuk Kampung Anti-Money Politic

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Yogyajarta, Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kota Yogyakarta menggelar audiensi dengan Bawaslu Kota Yogyakarta di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta, Kotagede, Kamis (3/9/2026).

‎Pertemuan ini menghasilkan kesepahaman bersama untuk membentuk “Kampung Anti-Money Politic” dan “RW Anti-Money Politic” sebagai benteng demokrasi di tingkat akar rumput.

‎Kolaborasi ini dilandasi oleh semangat Marhaenisme yang menempatkan rakyat sebagai subjek utama pembangunan.

‎Langkah konkrit ini diambil untuk membangun pemilu yang berintegritas dan bersih dari praktik politik uang menjelang Pemilu 2029.

‎Hadir dalam audiensi tersebut jajaran Pengurus GPM Kota Yogyakarta yang diwakili oleh Ketua GPM Djarot Kurniadi, Kepala Badan Pemilu GPM Bambang Sunarto, Wakabid Organisasi Santoso, dan Wakabid Keagamaan Mohammad Fajar.

‎Rombongan diterima langsung oleh Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta Andie Kartala beserta jajarannya.

‎Ketua GPM Kota Yogyakarta, Djarot Kurniadi, menegaskan bahwa GPM memandang pemilu bukan sekadar pesta demokrasi lima tahunan, melainkan alat bagi rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri.

‎Oleh karena itu, menjaga kemurnian suara rakyat menjadi tanggung jawab bersama.

‎”Money politic adalah bentuk baru penjajahan yang mengebiri kedaulatan rakyat. GPM sebagai organisasi kepemudaan independen siap turun ke kampung-kampung dan tingkat RW untuk mengedukasi serta mengorganisir massa agar tegas menolak politik uang,” ujar Kepala Badan Pemilu GPM Kota Yogyakarta, Bambang Sunarto.

‎Merespons inisiatif tersebut, Ketua Bawaslu Kota Yogyakarta, Andie Kartala, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kepedulian GPM dalam menyongsong Pemilu 2029 agar dapat berjalan jujur dan adil.

‎Andie mengajak GPM menjadi mitra strategis Bawaslu dalam melakukan sosialisasi anti-politik uang hingga ke tingkatan paling bawah.

‎Mengingat basis Tempat Pemungutan Suara (TPS) berada di lingkungan RW, maka penguatan pengawasan harus dimulai dari sana.

‎”Jika di setiap RW sudah berkomitmen menolak money politic, maka pemilu kita akan bersih dari praktik kotor yang merusak demokrasi. Kami sangat menyambut baik pembentukan Kampung dan RW Anti-Money Politic ini,” pungkas Andie.

‎Melalui gerakan ini, GPM dan Bawaslu Kota Yogyakarta berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa suara rakyat tidak bisa dibeli, sekaligus mengembalikan kedaulatan penuh ke tangan masyarakat.

‎(Red)

PT. BULE ADVENTURE BADUY
PT. BULE ADVENTURE BADUY