logo tb
BeritaDaerahLampungNasionalNewsTerkini

GUNUNG ANAK KRAKATAU ERUPSI LAGI PAGI INI, STATUS SIAGA DAN RADIUS AMAN 3 KM TETAP BERLAKU

188
×

GUNUNG ANAK KRAKATAU ERUPSI LAGI PAGI INI, STATUS SIAGA DAN RADIUS AMAN 3 KM TETAP BERLAKU

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Lampung Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.

‎Pada Kamis pagi (10/9/2026) pukul 09.10 WIB, gunung api aktif yang berada di Selat Sunda tersebut dilaporkan kembali mengalami erupsi visual.

‎Berdasarkan data resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terbaru ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 47 mm dan durasi gempa hembusan atau letusan selama 17 detik.

‎Meski demikian, tinggi kolom abu vulkanik yang keluar dari kawah tidak dapat teramati secara visual karena seluruh tubuh gunung tertutup oleh kabut tebal pagi ini.

‎Selain letusan utama, aktivitas kegempaan di sekitar Gunung Anak Krakatau juga masih terpantau fluktuatif. Tim pengamat mencatat adanya 3 kali gempa Hybrid atau Fase Banyak dengan amplitudo berkisar antara 11–14 mm.

‎Di samping itu, getaran gempa tremor menerus masih terekam dengan amplitudo 2–7 mm, dengan dominasi di angka 3 mm.

‎Untuk arah embusan angin di sekitar puncak gunung dilaporkan bergerak lemah menuju ke arah barat laut.

‎Merespons perkembangan terbaru ini, pihak berwenang menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bertahan pada Level III (Siaga).

‎Terkait hal tersebut, rekomendasi keselamatan bagi masyarakat tetap sama dan belum mengalami perubahan.

‎Masyarakat, nelayan, maupun wisatawan dilarang keras mendekati kawah aktif atau melakukan aktivitas apa pun dalam radius aman 3 kilometer dari puncak gunung.

‎Pihak PVMBG juga terus mengimbau warga di pesisir Selat Sunda untuk tetap waspada terhadap potensi ancaman bahaya sekunder yang sewaktu-waktu bisa terjadi, termasuk awan panas, aliran lava, lontaran batu pijar, hingga hujan abu lebat.

‎Sementara itu, dampak erupsi terhadap sektor transportasi udara sejauh ini dilaporkan masih aman.

‎Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi tidak ada penutupan bandara baru akibat aktivitas vulkanik ini.

‎Beberapa bandara yang sempat terdampak pada periode sebelumnya dipastikan telah beroperasi normal kembali setelah hasil pengujian menunjukkan indikasi negatif abu vulkanik di ruang udara penerbangan.

‎Hingga rilis ini dikeluarkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga belum menerbitkan pembaruan khusus terkait instruksi keselamatan darurat, yang berarti situasi di sekitar wilayah terdampak dinilai masih terkendali di bawah perimeter aman yang telah ditentukan.

‎(Red)

PT. BULE ADVENTURE BADUY
PT. BULE ADVENTURE BADUY