Targetberita.co.id Jakarta, Polemik dugaan intimidasi terhadap putri penulis Ahmad Bahar, Ilma Sani Fitriana (ISF), terus menjadi perhatian publik.
Dewan Pimpinan Pusat GRIB Jaya melalui Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi, Wilson Colling, membantah tuduhan bahwa Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall, melakukan penodongan pistol kepada ISF.
Wilson meminta agar seluruh tuduhan yang disampaikan di ruang publik dapat dibuktikan secara hukum dan tidak hanya menjadi narasi untuk menarik simpati masyarakat.
“Sekarang di ruang publik seolah-olah dia disekap dan ada berita-berita penodongan pistol. Nah, itu nanti harus bisa dibuktikan, jangan sampai hanya itu narasi yang dibangun di ruang publik untuk menarik simpati, tapi tidak bisa dibuktikan,” ujar Wilson, Minggu (24/5/2026).
Wilson menilai tudingan terkait penyekapan dan penodongan senjata api di markas GRIB Jaya, Kedoya, Jakarta Barat, harus diuji melalui proses hukum yang jelas.
Ia mengaku berada di lokasi saat peristiwa itu terjadi dan mengklaim tidak melihat adanya tindakan seperti yang dituduhkan.
“Katanya disekap dan lainnya, sedangkan di situ ada tokoh agama, ada RW. Ya sudah nanti di sini dibuktikan saja. Dan ada pistol, ada tembakan, sedangkan saya sendiri, saya dari luar kota langsung menuju ke situ, saya tidak pernah melihat itu,” tegasnya.
Wilson juga menyayangkan langkah kuasa hukum ISF yang secara terbuka menyebut nama Hercules dalam tuduhan tersebut tanpa menunggu proses pembuktian hukum.
“Seluruh rangkaian cerita-cerita itu PH-nya tidak mengedepankan azas praduga tak bersalah, menyebut secara bulat-bulat nama Hercules menodong dan lainnya, sedangkan menodong, menyekap itu harus ada bukti dan unsur-unsurnya,” kata Wilson.
Organisasi masyarakat (Ormas) GRIB Jaya akhirnya memberikan tanggapan resmi mengenai pelaporan yang menyeret nama Ketua Umum mereka, Rosario de Marshall atau yang lebih dikenal sebagai Hercules.
Laporan tersebut dilayangkan oleh Ilma Sani Fitriana, putri dari penulis Ahmad Bahar, ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak penyekapan.
Pihak GRIB Jaya secara tegas membantah tuduhan tersebut dan menilai bahwa laporan yang diajukan oleh Ilma tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi di lapangan.
Mereka beranggapan bahwa narasi penyekapan tersebut sengaja dibangun untuk menyudutkan pimpinan mereka.
(Agus)













