logo tb
BengkuluBeritaDaerahKab. MukomukoNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

‎Kapolda Bengkulu Instruksikan Usut Tuntas Kematian Dua Gajah dan Satu Harimau di Mukomuko

215
×

‎Kapolda Bengkulu Instruksikan Usut Tuntas Kematian Dua Gajah dan Satu Harimau di Mukomuko

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Kab. Mukomuko – Bengkulu, Kapolda Bengkulu, Irjen Pol. Mardiyono, menginstruksikan jajarannya untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait temuan dua bangkai gajah sumatera di kawasan konsesi PT Bentara Agra Timber (BAT), Kabupaten Mukomuko, Jumat (1/5/2026).

‎Penyelidikan ini bertujuan untuk memastikan penyebab kematian dan mengungkap potensi adanya tindak pidana kehutanan.

‎”Kami telah menerima laporan masyarakat terkait temuan dua bangkai gajah tersebut. Saat ini tim sedang bekerja melakukan penyelidikan. Jika ditemukan bukti pelanggaran pidana, kami pastikan akan ditindak lanjuti secara tegas dan profesional,” ujar Irjen Pol. Mardiyono di sela peringatan Hari Buruh Internasional di Bengkulu, Jumat (1/5/2026).

‎Kronologi Temuan SatwaDua ekor gajah yang terdiri dari satu induk dan satu anakan ditemukan mati pada Kamis (30/4/2026) di kawasan Hutan Produksi (HP) Air Teramang.

‎Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Said Jauhari, mengonfirmasi bahwa tim medis telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan nekropsi (bedah bangkai).

‎“Nekropsi dilakukan untuk mengetahui secara ilmiah penyebab kematian, apakah karena faktor alam, konflik, atau ada unsur kesengajaan seperti peracunan,” jelas Said.

‎Habitat yang Kian TerhimpitKematian satwa ini menambah catatan kelam bagi ekosistem Bentang Sebelat.

‎Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, dalam kunjungan sebelumnya mencatat populasi gajah sumatera di wilayah ini hanya tersisa 25 ekor.

‎Masifnya perambahan hutan untuk perkebunan sawit ilegal menjadi ancaman utama yang memutus koridor migrasi gajah. Saat ini, populasi terpecah menjadi beberapa kelompok kecil di HP Air Teramang, HPT Lebong Kandis, dan HP Air Rami, yang mengakibatkan tingginya risiko konflik antara manusia dan satwa.

‎Temuan Bangkai Harimau Sumatera hampir bersamaan dengan kasus gajah, seekor harimau sumatera juga dilaporkan ditemukan mati di aliran anak sungai Desa Bukit Makmur, Kecamatan Penarik, Mukomuko.

‎Kepala BKSDA Bengkulu, Agung Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan verifikasi lapangan.

‎”Tim sedang mengumpulkan data detail terkait jenis kelamin dan penyebab kematian harimau tersebut. Kami masih menunggu laporan lengkap dari personel di lapangan,” ungkapnya.

‎Pemerintah melalui instruksi Presiden dan Menteri Kehutanan telah menegaskan komitmen untuk mengamankan kantong-kantong habitat gajah dan satwa dilindungi lainnya dari aktivitas ilegal demi mencegah kepunahan total di Bentang Sebelat.

‎(Johan SP / M. Bronson Dasori)