logo tb
BeritaDaerahNasionalNewsPendidikanSulselTana TorajaTerkini

‎Kasus Keracunan Massal di SMPN 1 Makale, Masyarakat Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis ‎

192
×

‎Kasus Keracunan Massal di SMPN 1 Makale, Masyarakat Desak Evaluasi Total Program Makan Bergizi Gratis ‎

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Tana Toraja – Sulawesi Selatan, Insiden keracunan makanan massal menimpa 42 siswa kelas VII hingga IX di SMP Negeri 1 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, pada Kamis (3/9/2026).

‎Para siswa mengalami gejala klinis tak lama setelah menyantap hidangan yang disajikan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah pusat.

‎Peristiwa ini memicu desakan kuat dari masyarakat dan orang tua murid agar otoritas terkait segera melakukan investigasi menyeluruh atas aspek keamanan pangan program tersebut.

‎Berdasarkan data yang dihimpun, gejala mulai dirasakan siswa sekitar pukul 11.45 WITA, usai mengonsumsi menu jam istirahat kedua yang terdiri dari nasi, ayam suwir, sayur lodeh, dan susu.

‎Para korban mengeluhkan mual, muntah, kram perut, pusing, hingga demam ringan.

‎Hingga pukul 15.00 WITA, seluruh siswa terdampak telah dievakuasi ke Puskesmas Makale Kota dan RSUD Tana Toraja.

‎Tiga siswa di antaranya harus menjalani rawat inap akibat dehidrasi berat, sementara korban lainnya dilaporkan dalam kondisi stabil.

‎Merespons kejadian tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Tana Toraja bersama Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Wilayah Sulawesi Selatan bergerak cepat mengamankan sampel sisa makanan, air, serta peralatan dapur.

‎Uji laboratorium kini sedang dilakukan untuk mengidentifikasi sumber kontaminasi, baik dari faktor higienitas bahan baku, proses pengolahan, maupun prosedur penyajian.

‎Insiden ini memicu gelombang pertanyaan kritis dari publik mengenai efektivitas pengawasan mutu (quality control) di lingkungan sekolah negeri.

‎Masyarakat menyoroti pentingnya kejelasan fungsi petugas keamanan pangan sekolah serta transparansi dalam proses seleksi dan kontrak penyedia jasa boga (catering).

‎Selain itu, keterlambatan koordinasi pada fase awal mitigasi gejala juga menjadi catatan penting perlunya standardisasi prosedur penanganan darurat (standard operating procedure).

‎Menyikapi dampak psikologis dan fisik yang dialami siswa, perwakilan orang tua murid menuntut Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Toraja dan Provinsi Sulawesi Selatan untuk bersikap transparan.

‎Pihak-pihak yang terbukti lalai mulai dari manajemen sekolah, tim pengawas internal, hingga vendor penyedia makanan didesak untuk mempertanggungjawabkan kejadian ini sesuai regulasi yang berlaku, termasuk sanksi pemutusan hubungan kerja sama bagi pihak ketiga.

‎Program Makan Bergizi Gratis pada hakikatnya merupakan pilar penting dalam peningkatan kualitas kesehatan generasi muda.

‎Oleh karena itu, standardisasi keamanan pangan yang ketat dan akuntabilitas mutlak harus menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan anak didik di masa depan.

‎(Red)

PT. BULE ADVENTURE BADUY
PT. BULE ADVENTURE BADUY