Targetberita.co.id Jakarta, Sejumlah penjual daging sapi di Pasar Senen, Jakarta Pusat mengungkapkan sejumlah alasan di balik aksi mogok jualan pada hari ini, Kamis (22/1/2026) hingga akhir pekan nanti.
Mereka menuntut pemerintah untuk bisa menstabilkan harga, lantaran kenaikan daging sapi memantik protes para pelanggan.
“Pembeli memang tetap ada dari langganan, tapi ya mereka protes kenapa naiknya langsung tinggi,” ujar Syaiful (52 tahun), pedagang di kios daging sapi Pasar Senen, Kamis (22/1/2026).
Dia mengakui harga rata-rata daging yang dia jual Rp. 13.000/ons atau Rp. 130 ribu per kilogram.
“Sekarang kita harus jual Rp. 13 ribu/ons. Kalau gak gitu ga dapat untung,” kata dia.
Sehari, kata dia, biasanya dia dapat menjual 500 kilogram. Dia khawatir kenaikan harga bisa membuat pelanggannya kabur. “Kita mau jual Rp. 13.500/ons juga khawatir jadinya,” ujar dia.
Hal senada juga disampaikan Nursalim (30 tahun), pedagang daging sapi lainnya yang ikut mogok jualan.
“Sekarang Rp. 135 ribu per kilogram. Sebelum natal sempat naik, tapi sudah seminggu kita terpaksa jual Rp. 135 ribu/kilogram,” kata dia.
“Kita susah jualnya kalau harga mahal. Kalau bisa kita ingin jualnya Rp. 100 ribu/kilogram,” tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, pedagang daging sapi se-Jabodetabek melakukan aksi mogok dagang di seluruh pasar dan RPH mulai hari ini hingga Sabtu (24/1/2026).
Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes dan keprihatinan harga dan permintaan daging belakangan ini.
“Melalui surat ini kami memberitahukan bahwa seluruh anggota APDI Bandar sapi potong dan pedagang daging akan melakukan aksi mogok dagang sebagai salah satu bentuk protes dan keprihatinan,” kata Ketua Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (DPD APDI) DKI Jakarta Wahyu Purnama dalam surat pemberitahuan.
Wahyu menjelaskan aksi mogok dagang ini lantaran dengan harga sapi timbang hidup dari feedloter yang terlalu tinggi, begitu pula dengan harga karkas dari RPH yang merangkak naik.
Selain itu, dia menyebut hasil rapat pada 5 Januari 2026 dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) dan instansi terkait tentang jaminan kestabilan harga sapi timbang hidup selama dua pekan dari pemerintah yang tidak terealisasi.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengaku telah menerima laporan mogok para pedagang daging sapi se-Jabodetabek. Amran mengancam para importir sapi yang kedapatan memainkan harga di pasaran.
“Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main, aku yang cabut. kKenapa? impornya sapi bakalan itu dari saya, aku pastikan cabut dan tidak akan saya berikan itu, tegas, kalau coba-coba,” kata Amran ditemui di kantornya, Kamis.
“Kalau aku temukan dan kami langsung suruh cek mulai hari ini. Kalau aku temukan pasti 99% aku cabut izinnya dan tidak boleh lagi berbisnis di bidang itu. Tadi saya sampaikan kepada mereka dan mereka hadir [rapat bersama Amran].”
(Agus)












