logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Khusus Korps Pelaut, Ini Proyeksi Karier Taruna AL Lulusan Akademi AS

54
×

Khusus Korps Pelaut, Ini Proyeksi Karier Taruna AL Lulusan Akademi AS

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, I TNI AL memberikan prioritas khusus bagi taruna Korps Pelaut untuk menempuh pendidikan di US Coast Guard Academy (USCGA).

Meski menimba ilmu di luar negeri, para calon perwira ini dipastikan memiliki masa depan karier yang setara dengan lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL) dalam negeri.

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Kepastian tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam pertemuan diskusi staf atau staff talks antara delegasi TNI AL dan Angkatan Laut Amerika Serikat yang berlangsung di Jakarta, baru-baru ini.

Agenda strategis tersebut mempertemukan Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksda Yayan Sofiyan dengan Wakil Komandan Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat Laksda Katie Sheldon.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul, mengungkapkan pemilihan Korps Pelaut didasarkan pada kebutuhan mendesak organisasi.

Perwira dari korps ini nantinya diproyeksikan menjadi garda terdepan dalam menjalankan tugas penegakan hukum di laut atau law enforcement at sea.

“Peluang karier bagi taruna lulusan akademi di Amerika Serikat tetap sama dengan rekan-rekan mereka yang lulus dari AAL di Indonesia,” ungkap Tunggul kepada media di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, ilmu spesifik yang didapatkan selama empat tahun di Amerika Serikat justru menjadi nilai tambah bagi organisasi.

Para perwira ini diharapkan membawa perspektif global dalam menangani dinamika tantangan maritim yang kian kompleks.

Sesuai dengan rencana kerja sama yang telah dimatangkan, proses penyaringan atau seleksi kandidat akan bergulir pada 2026.

TNI AL menerapkan standar pemantauan rekam jejak atau tracking yang sangat ketat untuk menjaring bibit unggul yang memiliki keunggulan akademik, fisik, serta mentalitas baja.

Para taruna yang lolos seleksi dijadwalkan bertolak untuk menempuh studi penuh di Negeri Paman Sam pada 2027.

Investasi sumber daya manusia (SDM) jangka panjang ini merupakan wujud nyata dari arahan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali untuk menciptakan perwira yang fasih terhadap pengawasan wilayah laut secara menyeluruh atau kesadaran ranah maritim (maritime domain awareness).

Pihak TNI AL menegaskan, meski menempuh pendidikan di lembaga militer Amerika Serikat, status mereka tetaplah prajurit aktif Indonesia.

Institusi menjamin tidak akan ada perbedaan perlakuan dalam jenjang jabatan maupun kepangkatan saat mereka kembali berdinas.

Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal) memandang kehadiran taruna di luar negeri sebagai jembatan diplomasi militer yang vital.

Selain meningkatkan kualitas individu, program ini bertujuan mempererat hubungan personal antarcalon pemimpin angkatan laut kedua negara di masa depan.

“TNI AL memandang ilmu dari luar negeri sebagai aset yang memperkuat organisasi dalam menjaga kedaulatan serta menegakkan hukum di wilayah perairan Indonesia,” pungkas Tunggul.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *