Targetberita.co.id Lebak – Banten, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Dr. Yosep Mohamad Holis, S.Hut., M.T., M.Sc., bergerak cepat merespons dinamika pelayanan pariwisata yang tengah menjadi sorotan di media sosial.
Langkah konkret diambil dengan mengundang pengelola Kampung Landeuh serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
Pertemuan strategis ini dirancang sebagai ruang dialog konstruktif guna membenahi sistem tata kelola destinasi.
Fokus utama pembahasan mengarah pada standardisasi pengelolaan homestay, peningkatan mutu pelayanan tamu (hospitality), serta penyusunan langkah preventif agar kendala serupa tidak kembali terjadi di masa depan.
Ketua Pokdarwis Desa Bojong Menteng, Agus Bule, menyampaikan keprihatinannya atas miskomunikasi yang sempat terjadi antara pihak pengelola dan wisatawan.
Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi momentum penting untuk meningkatkan mutu penataan wisata daerah.
”Kami sangat menyayangkan adanya miskomunikasi ini. Kedepan, seluruh pengelola homestay wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat serta lolos uji kelayakan. Pelayanan harus dikelola secara profesional demi menjaga iklim pariwisata Lebak yang kondusif,” ujar Agus.
Dalam kesempatan yang sama, Agus turut mengklarifikasi status fungsionalnya.
Ia menegaskan telah mengundurkan diri dari manajemen operasional Homestay Kampung Landeuh sejak 28 Agustus 2026, setelah memimpin pengelolaan selama lebih dari satu tahun.
Kendati demikian, ia memastikan komitmennya terhadap pengembangan wilayah tersebut tidak akan luntur.
”Meskipun tidak lagi berada di manajemen homestay, saya tetap aktif mengawal program edukasi wisata dan pengembangan area camping ground di Kampung Landeuh,” tambahnya.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pokdarwis dijadwalkan memimpin kunjungan edukasi wisata yang melibatkan 300 siswa pada Kamis (15/10/2026).
Aktivitas ini dirancang untuk mengenalkan potensi alam, budaya, dan kearifan lokal kawasan penyangga adat Baduy secara langsung kepada generasi muda.
Agus optimis, sektor edukasi dan alam ini mampu memberikan dampak ekonomi berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi warga lokal.
Dukungan penuh terhadap langkah pembenahan ini juga datang dari sektor masyarakat.
Ketua Yayasan At Taubah 60, Erry Rebruanto, menyatakan optimismenya terhadap masa depan kawasan ini.
”Kami mendukung penuh upaya Pokdarwis dalam mengembangkan Kampung Landeuh. Melalui sinergi yang baik, kami berharap kawasan ini menjelma menjadi destinasi wisata edukasi yang aman, nyaman, dan membawa kemaslahatan ekonomi masyarakat setempat,” pungkas Erry.
Melalui sinergi erat antara Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, pengelola, dan elemen masyarakat, momentum evaluasi ini diharapkan menjadi titik balik peningkatan standar kebersihan, keselamatan, dan kualitas pelayanan pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Lebak.
(Miptahudin / Wahyu)
Komitmen Tingkatkan Mutu Pariwisata, Dispar Lebak Standardisasi Pengelolaan Wisata Kampung Landeuh













