Targetberita.co.id Mojokerto – Jawa Timur, Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 resmi ditutup hari ini di Wana Wisata Mata Air Sumber Gempong, Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Pertemuan nasional yang berlangsung selama tiga hari sejak 25 Juli 2026 ini berhasil menyatukan ratusan penggiat lingkungan, akademisi, perwakilan pemerintah, dan sektor swasta.
Seluruh pihak sepakat memperkuat kolaborasi demi mengatasi krisis pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) di seluruh Indonesia.
Mengusung tema besar Konservasi, Edukasi, dan Kolaborasi, konferensi ini diinisiasi oleh kemitraan Pemulihan Relasi Kemanusiaan dan Alam Semesta Semesta Berpulih (PR-KASIH).
Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur serta berbagai pemangku kepentingan strategis.
Mendorong Pertobatan Ekologis dan Sinergi Lintas Sektor
Dalam sesi diskusi utama, para delegasi menyoroti ancaman nyata yang dihadapi sungai-sungai di Indonesia, mulai dari polusi limbah industri dan domestik hingga maraknya okupasi ilegal di garis sempadan sungai.
Pelanggaran tata ruang ini dinilai mempercepat penurunan kualitas air dan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
Perum Jasa Tirta I turut hadir memaparkan tantangan teknis serta pentingnya integrasi data dalam pemanfaatan air sungai dan danau secara berkelanjutan.
Konferensi ini menegaskan bahwa pengelolaan sungai tidak bisa lagi dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan sinergi hulu-hilir yang mengikat semua pihak.
Belajar dari Keberhasilan Masyarakat Ketapanrame
Pemilihan Wana Wisata Mata Air Sumber Gempong sebagai lokasi konferensi menjadi simbol penting perlindungan lingkungan berbasis komunitas.
Desa Ketapanrame berhasil membuktikan bahwa pelestarian mata air yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi warga tanpa merusak ekosistem.
Rangkaian KSI 2026 ditutup dengan penyusunan rencana aksi nyata (action plan) yang melahirkan komitmen bersama jaringan penggiat sungai nasional.
Komitmen ini mencakup penguatan edukasi lingkungan, restorasi vegetasi sempadan, dan advokasi kebijakan tata ruang air yang lebih ketat.
Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 merupakan forum kolaboratif yang diinisiasi oleh PR-KASIH bersama para penggiat lingkungan nasional,Termasuk dari konsorsium lingkungan hidup (KLH) prov Banten,serta didukung oleh DLH Provinsi Jawa Timur.
Forum ini berkomitmen menyuarakan pertobatan ekologis dan mendorong tata kelola air yang adil dan berkelanjutan di Indonesia.
(H. Sulaeman)













