Targetberita.co.id Lebak – Banten, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak menuai keluhan keras dari wali murid.
Warga menilai implementasi program di lapangan jauh dari standar kelayakan dan berpotensi mengancam kesehatan siswa.
Berdasarkan informasi yang didapat dari warga, pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut menghadapi sejumlah masalah kritis:
1. Menu tidak konsisten: Sajian makanan sering kali tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
2. Indikasi makanan tidak layak: Kualitas masakan diragukan kesegarannya, bahkan beberapa kali diduga sudah basi.
3. Penyusutan anggaran porsi: Nilai makanan per porsi diperkirakan di bawah Rp. 10.000, jauh dari standar nominal nasional.
4. Dugaan komersialisasi: Warga mencurigai adanya penurunan kualitas bahan baku demi mencari keuntungan pribadi pihak pengelola.
Merespons kondisi ini, para orang tua murid secara kompak menyatakan ketidakpuasan mereka dan menuntut tindakan nyata:
1. Sidak mendesak: Meminta Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan tim pengawas pusat segera melakukan inspeksi mendadak ke lokasi.
2. Audit menyeluruh: Mendesak pemeriksaan total mulai dari higienitas bahan baku, kesesuaian menu, hingga transparansi anggaran per porsi.
3. Penyetaraan standar: Meminta kualitas pelayanan disamakan dengan wilayah lain yang sudah berjalan dengan baik dan higienis.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola MBG Desa Citorek Barat memilih bungkam.
Pesan konfirmasi yang dikirimkan awak media melalui WhatsApp tidak mendapatkan respons atau jawaban resmi.
Instansi berwenang setempat juga belum memberikan keterangan terkait keluhan warga ini.
(Apiyudin)
Kualitas Makan Bergizi Gratis Dipertanyakan, Warga Lebak Minta Evaluasi Total












