logo tb
BengkuluBeritaDaerahKab. LembongNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

‎Lebong Berduka: Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir Bandang, Ratusan Rumah di Kabupaten Lebong Terendam

215
×

‎Lebong Berduka: Curah Hujan Ekstrem Picu Banjir Bandang, Ratusan Rumah di Kabupaten Lebong Terendam

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Kab. Lembong – Bengkulu, Kabupaten Lebong kembali dilanda duka mendalam setelah hujan deras dengan intensitas ekstrem memicu banjir bandang yang merendam ratusan rumah warga di sejumlah wilayah pada Minggu sore, (5/4/2026).

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Meluapnya debit air Sungai Air Kotok dan Sungai Uram menyebabkan air masuk ke pemukiman warga dengan cepat, memaksa evakuasi mandiri di beberapa titik kritis.

Hingga malam ini, laporan visual dari lapangan menunjukkan wilayah Kecamatan Uram Jaya, khususnya Desa Lemeu, menjadi salah satu area terdampak paling parah.

Debit air yang tinggi tidak hanya merendam rumah penduduk, tetapi juga memutus akses jalan dan merendam fasilitas umum.

Bahkan, kediaman pribadi Bupati Lebong pun dilaporkan tak luput dari genangan air setinggi lutut orang dewasa.

Selain pemukiman, banjir ini juga disertai dengan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Di wilayah Lebong Selatan, ruas jalan GOR-Salok dilaporkan amblas akibat gerusan air, yang mengancam konektivitas antar-wilayah.

Tim Reaksi Cepat dari BPBD Kabupaten Lebong bersama TNI/Polri dan relawan saat ini tengah berjaga di lokasi-lokasi rawan untuk mengantisipasi luapan susulan.

Berdasarkan data BMKG, potensi hujan lebat masih akan terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu, termasuk Kabupaten Lebong, dalam 24 jam ke depan.

Pemerintah Daerah mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada dan segera mengamankan barang berharga serta dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi.“

Kami terus berkoordinasi dengan seluruh jajaran camat dan kepala desa untuk mendata total kerugian dan memastikan kebutuhan logistik bagi warga terdampak terpenuhi. Fokus utama kami saat ini adalah keselamatan jiwa,” ujar perwakilan Satgas Penanggulangan Bencana setempat.

Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari kanal BPBD dan tidak termakan berita bohong (hoaks) terkait kondisi bendungan atau pintu air.‎

(M. Bronson Dasori)