banner
BeritaHukumNews

Makmur Marbun Pj Bupati Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur, kembali di Fitnah

50
×

Makmur Marbun Pj Bupati Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur, kembali di Fitnah

Sebarkan artikel ini

Target Berita.co.id PENAJAM PASER UTARA – KALTIM, Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Provinsi Kalimantan Timur, Makmur Marbun, kembali digunakan pelaku penipuan di medsos.

Untuk kedua Kalinya nama Pj Bupati Penajam Paser Utara, digunakan pihak tidak bertanggung jawab, dalam melakukan praktik penipuan.

Saat pertama kali nama Makmur Marbun terkena fitnah yakni dengan modus meminta sejumlah uang ke Kepala Dinas yang ada di Penajam Paser Utara melalui WhatsApp, yang pernah dilakukan oleh pelaku penipuan, kali ini dengan menggunakan aplikasi Facebook dan messenger kembali hal tersebut terulang lagi.

Beredar potongan teks percakapan pada akun Facebook atas nama Makmur Marbun dengan menggunakan profil berbaju dinas, dan meminta kepada salah satu ASN kelurahan, agar mengirimkan sejumlah uang ke rekening atas nama Bustomi.

Dalam messenger itu dikatakan akan ada penerbitan SK untuk pemberian jabatan, dan mengirim nomer rekening untuk melakukan transfer, ungkap Kepala Diskominfo PPU Khairuddin, Senin (27/11/2023).

Kejadian tersebut berlangsung pada Minggu malam (26/11/202). Beruntung korban tidak menanggapi pesan singkat tersebut, dan langsung menyampaikan ke pihak Pj Bupati
Karena menggunakan aplikasi Facebook dan Messenger, maka menyulitkan pihak Diskominfo untuk melacak lokasi dan identitas pelaku, hal ini juga telah disampaikan ke pihak Polres PPU, sebagai tidak lanjutnya.

Kalau di fb kami kesulitan melacak lokasinya, jadi arahan dari Pj Bupati memberitahukan lewat media itu adalah hoax, tidak benar, sambungnya.

Karena sebelumnya kejadian serupa sudah pernah dialami, maka pihak Diskominfo berupaya memitigasi, agar tidak ada korban.

Melalui grup WhatsApp yang berisi pegawai hingga tingkat desa dan kelurahan, diminta agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan teks berupa permintaan uang atau hal lainnya, dari nomor yang tidak dikenal.

Atau bisa juga dengan langsung melaporkan kepada pihak Diskominfo setempat, apabila mendapati hal yang sama.

(M. Sidiq / Sudirman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *