logo tb
BantenBeritaDaerahNasionalNewsTangerangTerkini

Makna Luhur Pancasila: Dari Falsafah Dasar Menuju Fondasi Masa Depan Bangsa

70
×

Makna Luhur Pancasila: Dari Falsafah Dasar Menuju Fondasi Masa Depan Bangsa

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Tangerang – Banten, Pancasila bukan sekadar simbol masa lalu, melainkan fondasi kokoh bagi masa depan Indonesia yang maju, harmonis, dan berkeadilan.

‎Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Seksi Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa (Kasi Binwasdes) Kecamatan Teluknaga, Budi, S.Pd., dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila.

‎Budi menjelaskan bahwa pada awal pengusulannya dalam pidato 1 Juni 1945, Bung Karno tidak menyebut Pancasila sebagai sebuah ideologi. Proklamator tersebut mengistilahkannya sebagai philosophische grondslag (falsafah dasar) dan weltanschauung (pandangan hidup).

‎”Pancasila adalah fondasi spiritual, nilai-nilai, dan cita-cita bersama untuk mempersatukan bangsa. Istilah dan tafsir Pancasila sebagai ideologi baru berkembang dan diformalkan seiring berjalannya waktu melalui diskursus ketatanegaraan,” ujar Budi.

‎Secara etimologi, Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna “lima prinsip” atau “lima asas”.

‎Kelima prinsip luhur tersebut meliputi:

‎1. Ketuhanan Yang Maha Esa
‎2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
‎3. Persatuan Indonesia
‎4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
‎5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

‎Kelima prinsip ini merupakan pilar-pilar utama yang mengatur tata kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

‎Sejarah mencatat tanggal 1 Juni 1945 sebagai salah satu momen paling krusial bagi bangsa ini.

‎Pemilihan tanggal tersebut sebagai Hari Lahir Pancasila merujuk pada momentum sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia/BPUPKI) dalam upaya merumuskan dasar negara Republik Indonesia.

‎Sebagai ideologi dan pandangan hidup, Pancasila mengajarkan masyarakat untuk selalu menjaga persatuan, menjunjung tinggi keadilan sosial, dan menempatkan kemanusiaan di atas segalanya.

‎Di tengah tantangan global dan dinamika perubahan zaman, semangat nilai-nilai tersebut harus tetap hidup dalam setiap tindakan dan pengambilan keputusan.

‎”Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini sebagai momentum untuk memperbarui komitmen bersama. Kita harus mengimplementasikan nilai-nilai luhur ini demi kejayaan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Budi.

‎(Daniel Turangan)

Penulis: Daniel TuranganEditor: Niken

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *