logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkiniTNI / POLRI

Marinir Gelar Simulasi Pertahanan Pangkalan, Antisipasi Serangan Darat hingga Udara

49
×

Marinir Gelar Simulasi Pertahanan Pangkalan, Antisipasi Serangan Darat hingga Udara

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Prajurit Korps Marinir memantapkan kesiapsiagaan tempur lewat simulasi pertahanan pangkalan yang intens.

Markas Marinir di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, mendadak riuh oleh pergerakan taktis pasukan dalam menghalau berbagai ancaman.

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Komandan Pasukan Marinir (Danpasmar) 1 Mayjen (Mar) Ili Dasili memimpin langsung latihan kesiapsiagaan satuan di Kesatrian Marinir Hartono tersebut pada Rabu (8/4/2026).

Latihan ini bertujuan memastikan setiap personel maupun alutsista siap merespons perintah secara cepat dan terkoordinasi.

Skenario latihan bermula dari adanya gangguan keamanan yang meningkat hingga puncaknya Kesatrian Marinir Hartono mendapat serangan mendadak.

Tak tanggung-tanggung, simulasi ini mencakup ancaman serangan dari jalur darat maupun serangan udara.

Sebelum pasukan bergerak, latihan diawali dengan tactical floor game (TFG) atau simulasi taktis di atas peta lantai.

Langkah ini berfungsi untuk memetakan titik pertahanan dan membagi sektor kekuatan secara presisi.

Begitu sirine berbunyi, seluruh prajurit bersama unsur kesenjataan bergerak kilat menempati posisi steling untuk membentuk pagar pertahanan yang kokoh.

“Saya tekankan setiap prajurit harus mampu bertindak cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi setiap dinamika tugas,” ujar Ili Dasili, dikutip dari keterangan Pasmar 1, Kamis (9/4/2026).

Selain mengasah ketangkasan fisik, latihan ini menjadi ajang uji efektivitas sistem komando dan kendali.

Rantai komunikasi antarunsur dievaluasi secara ketat untuk menjamin koordinasi tetap berjalan mulus meski dalam situasi genting.

Ili Dasili menyebut, tantangan tugas di masa depan tidak akan semakin mudah. Oleh karena itu, kesiapan mental dan fisik prajurit menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Ancaman ke depan semakin kompleks, sehingga menuntut kesiapan fisik, mental, serta kemampuan tempur yang selalu terasah,” tegasnya.

Korps Marinir berharap melalui latihan rutin, profesionalisme prajurit semakin meningkat.

Fokusnya bukan hanya pada skenario perang konvensional, tetapi juga mencakup operasi nonmiliter.

Kemampuan teknis dan taktis ini disiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan, mulai dari pengamanan objek vital nasional, operasi kemanusiaan, hingga penanggulangan ya bencana alam.

Penyelenggaraan latihan ini selaras dengan upaya TNI AL membangun kekuatan responsif terhadap segala bentuk ancaman yang mengintai kedaulatan negara.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *