logo tb
BeritaDaerahNasionalNewsPolitikSlemanTerkiniYogyakarta

‎Menyalakan Kembali Obor Marhaenisme di Bumi Kaki Merapi

186
×

‎Menyalakan Kembali Obor Marhaenisme di Bumi Kaki Merapi

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Sleman – Yogyakarta, Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Sleman resmi mendeklarasikan kebangkitan gerakannya di tanah Kaki Merapi.

‎Penegasan visi perjuangan ini mengemuka dalam Konferensi Cabang (Konfercab) II GPM Kabupaten Sleman yang mengusung tema “Kaki Merapi Bersatu, Bergerak Bersama Marhaenis”, Sabtu (5/9/2026), bertempat di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Sleman.

‎Konfercab II ini dipimpin langsung oleh Antonius Fokki Ardiyanto, S.IP., selaku pemegang mandat dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GPM.

‎Momentum ini dinilai memiliki kedekatan historis dan politik yang kuat karena bertepatan dengan peringatan Maklumat 5 September 1945, momen krusial saat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menyatakan integrasinya ke dalam Republik Indonesia.

‎Bagi GPM, kesamaan tanggal ini menjadi simbol keberanian untuk kembali berpihak dan membela hak-hak rakyat Marhaen.

‎Dalam pengarahan organisasi, Antonius Fokki Ardiyanto mengingatkan seluruh kader agar GPM tidak terjebak menjadi organisasi seremonial yang hanya hidup melalui atribut, rapat, dan jargon politik.

‎“GPM didirikan sebagai wadah perjuangan, bukan organisasi pajangan. Kader GPM wajib turun ke bawah, merasakan penderitaan rakyat, dan berani menyuarakan keadilan bagi kaum Marhaen. Marhaenisme akan kehilangan marwahnya jika hanya menjadi konsumsi mimbar akademik tanpa ada aksi nyata di tengah masyarakat,” tegas Fokki.

‎Senada dengan hal tersebut, Dewan Pembina DPP GPM, Bambang Setyo Martono, menekankan pentingnya merawat ideologi Bung Karno secara substansial.

‎Menurutnya, tantangan zaman boleh berubah, namun ketimpangan sosial dan penindasan ekonomi masih menjadi realitas yang harus dilawan. Perwakilan senior Marhaenis Sleman, Kabul Mudji Basuki, juga menyatakan kesiapan para senior untuk berjalan beriringan dan membimbing generasi muda GPM dalam “memarhaenkan” bumi Kaki Merapi.

‎Kehadiran Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menambah bobot strategis agenda ini.

‎Dalam sambutannya, Danang berharap Marhaenisme mampu bertransformasi menjadi penuntun arah bagi gerakan kepemudaan di Sleman.

‎“Marhaenisme harus menjadi obor penerang bagi langkah para kader. Ini adalah warisan pemikiran Bung Karno yang harus dijaga, diinternalisasi, dan diwujudkan dalam kebijakan serta kehidupan sosial masyarakat agar tidak tergerus oleh zaman,” ujar Danang.

‎Melalui forum musyawarah mufakat, Konfercab II resmi menetapkan struktur kepemimpinan baru DPC GPM Kabupaten Sleman, di antaranya:

‎• Ketua DPC GPM Kabupaten Sleman: Setiyo Budiono (Budi Black)

‎• Ketua Dewan Pembina: Kabul Mudji Basuki

‎• Ketua Dewan Penasehat: Bindi Dwi Raharjo

‎Dalam pidato kedisplinannya selaku Ketua DPC terpilih, Setiyo Budiono berkomitmen penuh untuk membawa GPM Sleman tumbuh menjadi organisasi yang inklusif dan progresif.

‎“GPM Sleman harus besar, tetapi yang jauh lebih utama adalah keberadaan struktur ini harus membawa kemaslahatan nyata. Kami akan memastikan suara kaum Marhaen tetap terdengar di tengah kompleksitas arus ekonomi dan politik hari ini,” pungkas Budi Black.

‎(Red)

PT. BULE ADVENTURE BADUY
PT. BULE ADVENTURE BADUY