logo tb
BeritaInternasionalMoscowNewsRusiaTerkini

‎Peringatan Hari Pembela Tanah Air di Rusia: Dari Sejarah Revolusi hingga Menjadi Simbol Apresiasi Pria

67
×

‎Peringatan Hari Pembela Tanah Air di Rusia: Dari Sejarah Revolusi hingga Menjadi Simbol Apresiasi Pria

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Moskow – Rusia, Setiap tanggal 23 Februari, Rusia memperingati Den Zashchitnika Otechestva atau Hari Pembela Tanah Air, dikutib dari cnnindonesia.

‎Hari libur nasional yang lahir dari konteks sejarah revolusioner ini, kini telah bertransformasi menjadi simbol penghormatan bagi seluruh pria di Rusia, baik yang bertugas di militer maupun masyarakat sipil.

‎Bagi masyarakat Rusia modern, momen ini menjadi waktu khusus untuk menghormati para veteran Perang Dunia II yang dikenal di sana sebagai Perang Patriotik Raya serta personel militer aktif.

‎Di luar aspek militer, hari tersebut juga ditujukan bagi seluruh pria yang dianggap sebagai pelindung keluarga dan bangsa.

‎Puncak peringatan di berbagai wilayah Rusia ditandai dengan tradisi peletakan karangan bunga di Makam Pahlawan Tidak Dikenal.

‎Uniknya, perayaan ini juga sangat identik dengan tradisi bertukar hadiah. Mirip dengan perayaan Hari Perempuan Internasional setiap 8 Maret, para wanita di Rusia akan memberikan kado kepada pria di sekitar mereka, mulai dari suami, ayah, saudara, rekan kerja, hingga teman sekelas.

‎Beberapa hadiah praktis yang umum diberikan antara lain kaus kaki, dasi, perlengkapan cukur, hingga parfum.

‎Secara historis, Hari Pembela Tanah Air berakar pada tahun 1918. Saat itu, Tentara Merah pertama kali merekrut sukarelawan untuk membendung pasukan Jerman di dekat Petrograd (sekarang Sankt Peterburg).

‎Meski para sejarawan masih memperdebatkan detail pertempuran tersebut, pemerintah Soviet resmi menetapkan 23 Februari sebagai hari lahir Tentara Merah pada tahun 1922.

‎Nama peringatan ini sempat mengalami beberapa kali perubahan sepanjang sejarah.

‎Berawal dari Hari Tentara Merah, nama tersebut diubah menjadi Hari Angkatan Darat dan Laut Soviet.

‎Hingga akhirnya pada tahun 1995, Presiden Boris Yeltsin menetapkan nama resmi yang digunakan sampai sekarang, yaitu Hari Pembela Tanah Air.

‎Kini, tanggal 23 Februari tidak lagi sekadar menjadi seremoni penghormatan militer, melainkan telah menjelma sebagai simbol apresiasi terhadap peran penting pria dalam keluarga dan kehidupan sosial masyarakat Rusia secara luas.

‎(Red)

Penulis: RedaksiEditor: Datur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *