logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

Perumda Pasar Jaya Revitalisasi Pasar Tradisional Kombongan Menjadi Modern

61
×

Perumda Pasar Jaya Revitalisasi Pasar Tradisional Kombongan Menjadi Modern

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Perumda Pasar Jaya memulai revitalisasi dua pasar tradisional di Ibu Kota.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara, dengan target penyelesaian pada tahun 2027.

Whats-App-Image-2026-03-14-at-19-21-23

Pramono Anung menyatakan rasa syukurnya atas kontribusi Perumda Pasar Jaya yang kini mengelola 153 pasar di Jakarta.

Menurutnya, revitalisasi ini esensial untuk meningkatkan kondisi pasar tradisional serta kualitas pelayanan bagi para pedagang dan masyarakat pengguna jasa pasar, seperti dikutip dari Detik.com

Pramono menekankan peran strategis pasar sebagai pusat interaksi sosial, ekonomi, dan penopang ketenteraman warga.

“Pasar itu punya peran strategis dalam interaksi sosial, ekonomi, dan juga membawa ketentraman. Kalau ibu-ibu sudah di pasarnya harganya murah, barangnya ada, pulang ke rumah itu nggak cemberut,” ujar Pramono saat peresmian di Pasar Gardu Asem, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Gubernur DKI Jakarta tersebut memiliki visi agar seluruh pasar di wilayahnya dapat tertata dengan baik, bersih, dan mengalami modernisasi, termasuk dalam sistem pembayaran.

Ia menyoroti transisi ke sistem pembayaran digital seperti QRIS yang telah terbukti meningkatkan transaksi sekaligus memberikan rasa aman bagi pengunjung pasar.

Menurut Pramono, digitalisasi mampu mengurangi tindak kejahatan seperti pencopetan karena pelaku membutuhkan uang tunai.

“Dengan digitalisasi, ini bisa mengurangi copet. Karena copet itu kan butuh uang cash,” tuturnya.

Ia juga menegaskan bahwa upaya revitalisasi pasar akan terus berlanjut. Dari total 153 pasar di Jakarta, lebih dari 60 pasar telah sepenuhnya menerapkan sistem pembayaran digital.

Pramono berharap digitalisasi akan diterapkan di semua pasar, menjadikannya model kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMD, dan masyarakat untuk menata ekonomi di tingkat paling bawah.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, menjelaskan bahwa pembangunan kedua pasar ini didanai melalui Penyertaan Modal Daerah (PMD).

Pasar Kramat Jaya menerima PMD sebesar Rp. 10,2 miliar dari tahun 2016, sementara Pasar Gardu Asem menggunakan PMD 2017 sebesar Rp. 10,6 miliar.

Proses pembangunan sempat mengalami kendala teknis, namun kini seluruh perizinan yang diperlukan telah terbit. Pasar Gardu Asem telah mendapatkan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) pada 18 November 2025, sedangkan Pasar Kramat Jaya telah mengantongi PBG sejak 23 April 2024.

Agus Himawan memperkirakan konstruksi Pasar Kramat Jaya akan rampung pada akhir Januari 2027, dengan estimasi waktu pengerjaan sekitar delapan bulan.

Sementara itu, Pasar Gardu Asem diprediksi selesai pada akhir Maret 2027, membutuhkan waktu sekitar sebelas bulan.

Selama periode pembangunan, para pedagang dari Pasar Gardu Asem telah direlokasi ke tempat penampungan sementara di Pasar Nangka Bungur, yang berjarak sekitar 800 meter dari lokasi awal.

Berbeda dengan Pasar Gardu Asem, pembangunan Pasar Kramat Jaya tidak melibatkan relokasi pedagang karena dibangun di atas lahan kosong.

“Kami memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan dan tidak ada gangguan signifikan bagi pedagang,” kata Agus, menegaskan komitmen untuk menjaga keberlangsungan usaha para pedagang selama proses revitalisasi.

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *