logo tb
BengkuluBeritaDaerahKab. Bengkulu UtaraNasionalNewsTerkini

‎Proyek Rabat Beton Rp. 500 Juta di Simpang Bukit Makmur Diduga Rusak, Kades Tantang Media Beritakan Jalan Lintas Sumatra

1110
×

‎Proyek Rabat Beton Rp. 500 Juta di Simpang Bukit Makmur Diduga Rusak, Kades Tantang Media Beritakan Jalan Lintas Sumatra

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Bengkulu Utara – Bengkulu, Proyek pembangunan jalan rabat beton di wilayah Simpang Bukit Makmur yang dikerjakan oleh Kelompok Kerjasama Antar Desa (KKAD) Air simpang dan bukit makmur menuai sorotan tajam dari masyarakat.

‎Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp. 500 juta tersebut dilaporkan sudah mulai mengalami kerusakan meski baru berusia dua bulan pasca pengerjaan.

‎Berdasarkan pantauan di lapangan dan laporan warga, kondisi fisik jalan sudah menunjukkan tanda-tanda keretakan dan pengelupasan.

‎Hal ini memicu pertanyaan terkait kualitas material dan standar pengawasan yang dilakukan selama proses pembangunan.

‎Tanggapan Kepala Desa

‎Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa, Air Simpang, M. Munip Heriyanto, memberikan pernyataan tegas saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan singkat Whats app, Jumat (20/2/2026).

‎Menurutnya, proyek tersebut telah selesai sesuai prosedur dan telah melewati tahap pemeriksaan dari pihak instansi terkait.

‎”Proyek sudah clear dan dari pihak provinsi sudah datang melakukan peninjauan,” ujar Munip dalam keterangannya.

‎Namun, yang menarik perhatian adalah reaksi keras Kades Munip terhadap pemberitaan tersebut.

‎Ia justru melontarkan tantangan kepada pihak media untuk turut menyoroti kerusakan infrastruktur pada skala yang lebih besar, yakni Jalan Lintas Sumatra yang merupakan wewenang nasional.

‎”Kalau berani, naikkanlah berita aspal yang rusak di Jalan Lintas Sumatra,” cetus Kades Munip saat dimintai klarifikasi mengenai kualitas rabat beton di desanya.

‎Pernyataan Kades tersebut justru memicu sentimen negatif dari warga setempat.

‎Masyarakat menilai jawaban tersebut merupakan bentuk pengalihan isu atas tanggung jawab pengelolaan dana desa yang dipercayakan kepada KKAD.

‎”Kami hanya meminta klarifikasi dan penjelasan transparan mengenai kualitas proyek ini. Proyek ini menggunakan uang negara yang cukup besar, jadi wajar jika warga bertanya kenapa baru dua bulan sudah rusak,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

‎Masyarakat berharap pihak inspektorat atau instansi berwenang di Kabupaten Bengkulu Utara segera turun ke lapangan untuk melakukan audit fisik demi memastikan tidak adanya kerugian negara serta menjamin asas manfaat bagi warga Desa. Air Simpang.

‎(Johan SP)