logo tb
BeritaJakartaMetropolitanNasionalNewsTerkini

PT KAPM Didakwa Suap Rp. 1,3 Miliar untuk Menangkan Proyek DJKA

333
×

PT KAPM Didakwa Suap Rp. 1,3 Miliar untuk Menangkan Proyek DJKA

Sebarkan artikel ini

Targetberita.co.id Jakarta, Korporasi PT KA Properti Manajemen (PT KAPM) didakwa memberikan suap sebesar Rp. 1,3 miliar agar menjadi pelaksana proyek pembangunan perlintasan sebidang di wilayah Jawa-Sumatera tahun anggaran 2022.

Hal itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 7/9/2026.

Paket Edukasi

Jaksa menjelaskan anak usaha PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu menyuap Harno Trimadi selaku Direktur Prasarana pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan ke Fadliansyah selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 4 pada DJKA sejumlah Rp. 1.125.000.000.

Selain itu, PT KAPM juga memberikan suap sejumlah Rp. 240.000.000 kepada Hamdan selaku Staf PPK 4, Edi Purnomo selaku Ketua Pokja pengadaan pekerjaan perlintasan Sebidang willayah Jawa-Sumatera tahun 2022, dan Budi Prasetiyo selaku ketua Pokja pengadaan penanganan perlintasan sebidang pada jalur KA di wilayah Jawa-Sumatra tahun 2023.

“Dengan maksud supaya Harno Trimadi dan Fadliansyah mengatur paket pekerjaan perlintasan sebidang Jawa-Sumatera TA 2022 pada Direktorat Jenderal Perkeretaanapian agar dimenangkan oleh terdakwa yang bertentangan dengan kewajibannya,” kata jaksa di persidangan.

Jaksa mengatakan perbuatan ini dilakukan terdakwa bersama-sama Yoseph Ibrahim selaku Direktur Utama PT KAPM tahun 2022 dan Parjono selaku vice president PT KAPM tahun 2022.

Peristiwa ini bermula ketika terdakwa ditunjuk sebagai pelaksana pekerjaan perbaikan rel kereta api akibat terjadi bencana banjir di Lemah Abang dari Direktorat Prasarana Perkeretaapian Dirjen Perkeretaapian Kemenhub.

Jaksa mengatakan pelaksanaan pekerjaan itu menggunakan anggaran dari terdakwa lebih dulu senilai Rp. 5,2 miliar.

Kemudian, PT KAPM melalui Parjono menagih ke Direktorat Prasarana Perkeretaapian Kemenhub atas anggaran pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Namun, menjelang akhir tahun 2021 uang itu belum juga dilunasi.

(Agus)

PT. BULE ADVENTURE BADUY
PT. BULE ADVENTURE BADUY